4 Tahun Tidak Dilantik Rektor, Senat FH Unsrat Tak Dapat Jalankan Fungsinya Sesuai Perintah UU

oleh -284 views

Konferensi pers di Fakultas Hukum Unsrat, Kamis (6/1/2022).Foto (Istimewah).

Manado, Kabarmanado.com –
Anggota Senat Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi Manado mengajukan keberatan terhadap Rektor Unsrat Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA.

Ini karena setelah sekian lama mereka memilih diam, akhirnya sejumlah 21 Anggota Senat FH Unsrat mengajukan keberatan terhadap bentuk pembiaran penyelenggaraan administrasi, penyalahgunaan kewenangan dan mal administrasi.

Pengajuan keberatan yaitu terhadap bentuk pembiaran penyelenggaraan administrasi, penyalahgunaan kewenangan dan mal administrasi.

Dalam jumpa pers, di Fakultas Hukum Unsrat, Kamis (6/1/2022)
bersama awak media melalui Wakil Dekan II FH, Dr Rodrigo F Elias menyampaikan, telah diadakan pemilihan Senat Fakultas Hukum utusan Dosen bukan Guru Besar pada tanggal 2 April 2019 namun tidak pernah diangkat dan dilantik oleh Rektor.

“ Anggota senat terpilih mengajukan permohonan ke PTUN melalui Permohonan Putusan Fiktif Positif di Pengadilan Tata Usaha Negara Manado dengan Permohonan Nomor 2/P/FP/2021/PTUN. Mdo,” kata Rodrigo Elias.

Kata dia, Berdasarkan Putusan Permohonan Fiktif Positif PTUN Manado, maka diadakan Pemilihan Senat Fakultas Hukum untuk kedua kalinya pada tanggal 28 April 2021.

“ Saat itu telah terpilih 5 orang Anggota Senat Wakil Dosen Bukan Guru Besar seperti yang terlampir dalam Berita Acara Hasil Pemilihan yang sudah dikirimkan kepada Rektor,” jelasnya.

Menurut dia, BAP dikirim beserta surat penyampaian hasil pemilihan anggota senat wakil dosen bukan guru besar periode tahun 2019-2023 dan permohonan pelantikan melalui Surat Nomor 1348/UN12.7/LL/2021 Tanggal 29
April 2021.

“ Sampai saat ini Rektor belum melakukan pelantikan Senat Fakultas Hukum Unsrat, padahal kami telah melaksanakan perintah Putusan PTUN dan bertindak sesuai peraturan perundang-undangan, namun Rektor mengabaikannya,” ungkap dia.

Dijelaskannya, akibat tindakan Rektor tidak melantik anggota senat Ex-Officio dan Anggota Senat Utusan Dosen Bukan Guru Besar, maka Organ Senat Fakultas Hukum yang sekarang ini tidak dapat menjalankan fungsinya sebagaimana perintah peraturan perundang-undangan.

“Penyebab berbagai kegiatan akademik yang membutuhkan keputusan Senat Fakultas tidak dapat dilaksanakan,” katanya.

Lanjut dia, Senat Fakultas Hukum tidak dapat menjalankan tugas dan kewenangannya sampai saat ini, karena telah terjadi kekosongan organ Senat Fakultas Hukum selama 4 Tahun sampai sekarang.

“ Ya termasuk tidak dapat melakukan pemilihan Dekan dalam Rapat Senat tertutup sebagaimana yang diatur dalam Pasal 4 ayat (3) Peraturan Rektor Unsrat Nomor. 04/UN12/LL/2014 yang berbunyi Senat Fakultas bersama Rektor melakukan pemilihan Dekan dalam Rapat Senat Tertutup sesuai peraturan yang berlaku,”ungkap dia.

Dijelaskannya, tindakan Rektor dalam menerapkan praktek-praktek tindakan mal administrasi telah menyalahi semangat penyelenggaraan Pendidikan Tinggi di lingkungan Fakultas Hukum dan Unsrat pada umumnya.

“ Ini tentunya sangat bertentangan dengan prinsip – prinsip reformasi birokrasi penyelenggaraan administrasi yang baik dan transparan sebagaimana telah menjadi tujuan dari penyelenggaraan pemerintahan saat ini,” kata dia.

Turut hadir dalam konferensi pers, Mantan Ketua Senat Frans Tangkudung, Ketua Bagian Hukum Tata Negara Dr Tommy Sumakul, Ketua Bagian Perdataan Hendrik Pondaag, Senat terpilih Nelly Pinangkaan, SH MH dan BEM FH Unsrat.(KM).

tenor

No More Posts Available.

No more pages to load.