500 Bibit Pohon dari Gerbang Mas Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas

by

Manado — Bertempat di Taman Hutan Raya (Tahura) H.V Worang Gunung Tumpa Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) menggelar Gerbang Mas dengan menanam 500 bibit pohon campuran, yakni cempaka, nantu dan agathis, sepanjang jalan menuju lokasi wisata paralayang kawasan Tahura pada Sabtu (30/3/2019).

Gerakan Anak Bangsa Menanam Serentak yang kemudian disingkat Gerbang Mas, merupakan inisiasi dari Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) yang berada di 34 Provinsi seluruh Indonesia.

IKA SKMA adalah organisasi profesi yang dibentuk atas dasar kesamaan profesi, latar belakang pendidikan kehutanan, kegiatan, fungsi dan kekeluargaan. IKA SKMA terlahir sebagai anak kandung dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dibentuk di Salatiga, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1955, memiliki struktur kepengurusan mulai dari Pengurus Pusat di DKI Jakarta dengan Pengurus Daerah yang berkedudukan di Ibu Kota Provinsi seluruh Indonesia dan pengurus cabang di Kabupaten/ Kota.

Dalam kesempatan penanaman bibit pohon di Tahura H.V. Worang Gunung Tumpa turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan Daerah Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Tahura H.V. Worang Gunung Tumpa, Kepala Unit Pelaksana Teknis Kementerian LHK di Provinsi Sulawesi Utara, serta para alumni IKA SKMA Sulawesi Utara.

Kepala Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado, Ir. Dodi Garnadi, M.Sc dalam sambutannya sangat mengapresiasi pelaksanaan Gerbang Mas oleh Alumni IKA SKMA.

Menurut Dodi, semangat kekeluargaan dan kekompakan mendorong untuk pelestarian lingkungan hidup dan penghijauan. “Kita berharap upaya ini mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air bersih untuk kesejahteraan masyarakat melalui penanaman multi purpose tree species (MPTS),” ungkapnya.

Dodi menambahkan, upaya penanaman dalam Gerbang Mas ini akan menambah penutupan lahan dan kondisi lingkungan pada skala mikro.

Gerbang Mas merupakan kerja nyata dalam upaya pemulihan lingkungan, dengan melakukan penanaman bibit pohon pada lahan-lahan kritis di kawasan hutan, pesisir pantai dan daerah penyangga pada ruang-ruang terbuka hijau perkotaan.

Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.