7 Hewan Kurban Dari Jamaah Masjid Turuul Arqam Banjer Manado

by

Manado – Usai Sholat Idul Adha 1440 H, pada 11 Agustus 2019 jamaah Masjid Turuul Arqam Banjer Manado melakukan kurban hewan sapi.

Setiap tanggal 10 Dzul Hijjah, semua umat Islam yang tidak melaksanakan haji merayakan hari raya Idul Adha. Pada hari itu, umat Islam sangat disunnahkan untuk berqurban dimana mereka menyembelih hewan qurban untuk kemudian dibagi-bagikan kepada yang berhak menerima.

Ketua Panitia Qurban, Ali Sholichin mengatakan, jamaah dimesjidnya ada 7 Ekor Sapi yang dikurbankan. “Kami dalam pengumpulan hewan kurban dilakukan secara berkelompok dan ada 7 kelompok yang terbentuk, dimana dalam satu kelompok ada 7 orang,” ujarnya.

Kata Solichin, sapi kurban akan langsung dibagikan kepada jamaah yang berhak menerima.

Imam Masjid Turuul Arqam Banjer, Yusuf Hernani memimpin penyembelihan sapi kurban tersebut. “Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu disetujui lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia membantah makruh. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,” katanya.

Kata imam, pengorbanan harus dijalankan dengan tulus dan ikhlas, serta tanpa pamrih. Sebab ketaatan dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT akan bisa mengalahkan godaan apa saja. “Berkurban adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada allah swt.Sebagai manusia kita di ajarkan untuk menyerahkan segalanya kepada sang pencipta, hal ini telah di contohkan oleh Nabi Ibrahim yang telah menyerahkan serta mengiklhaskan putranya sendiri Nabi ismail a.s yang sangat di cintai Nabi Ibrahim tetapi karena itu adalah perintah allah swt Nabi Ibrahim iklhas untuk mengkurbankan nya hal ini tentu sebagai wujud penyerahan diri atas segalanya kepada allah swt,” ungkapnya.

Masita Ali Solichin, Jamaah Mesdjid Turuul Arqam Banjer Manado yang juga tergabung dari kelompok satu bersama
Drs Samsurizal Musa ini mengatakan, sudah setiap tahun melaksanakan kurban mencontohi teladan Nabi Ibrahim dengan mengorbankan anaknya Nabi ismail a.s karena perintah Allah SWT. “Saya berkurban dengan iklhasan, untuk mengorbankan harta yang di miliki untuk di belikan hewan kurban dan di potong agar dapat dibagikan kepada sesama dan hal ini bertujuan agar kita lepas dari sifat tamak, rakus dan cinta duniawi,” ungkapnya

Kata dia, dengan mengajak umat muslim menunaikan ibadah qurban agar semakin sempurna keislaman dan juga agar semakin banyak saudara – saudara yang ikut merasakan kebahagian di hari raya idul adha. Tunaikan qurban yang insha’allah penyaluran nya akan benar-benar untuk orang – orang yang memang berhak untuk menerima.

Begitu juga dikatakan Drs Samsurizal Musa, kata dia, berkurban adalah tabungan diakhirat. “Berqurban adalah berbagi kepada mukmin lain yang kurang mampu, ibadah qurban memang ibadah yang memiliki nilai sosial yang tinggi. dengan adanya ibadah qurban ini kaum muslim yang kurang mampu juga bisa merasakannya,” tutupnya.

Editor: Ishak Kusrant
Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published.