Ada 4 Mega Proyek Nasional Akan di Bangun di Sulut

oleh -101 views

Manado, Kabarmanado.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, terus mempercepat pembangunan di Sulut buktinya Sulut akan bakal mendapat guyuran proyek strategis nasional hal itu masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut Jenny Karouw mengatakan, 4 proyek strategis nasional sesuai dengan penjabaran visi misi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang telah mendapat ‘lampu hijau’ dari pemerintah pusat

“Bappenas menekankan beberapa proyek strategis nasional termasuk menyebutkan 4 proyek di Sulut,” kata Karouw, Rabu (30/06/2021).

4 proyek dimaksud, pertama, Pembangunan Pelabuhan

Likupang km dan Internasional Fish Market.

International Fish Market ini juga merupakan infrastruktur penunjang Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Likupang.

Lebih jauh dari itu, fasilitas ini nantinya akan menjadi hub ekspor ikan langsung ke luar negeri.

“Jadi ini pelabuhan perikanan berskala internasional dibangun di Likupang,” ujarnya.

Fish Market ini disetujui karena Sulut sudah membuktikan bisa mengekspor hasil perikanan langsung ke luar negeri

Kedua, Normalisasi Sungai untuk Pengendalian Banjir Kota Manado.

Ada 6 sungai yang bermuara di Teluk Manado akan mendapat sentuhan proyek ini. Sungai akan dikeruk dan dibangun talud.

Proyek ini juga untuk mengantisipasi banjir yang kerap jadi masalah Kota Manado.

Ketiga, Konektivitas antar Daerah yakni Jalan Tol Manado-Amurang. 

Tol ini akan jadi yang kedua dibangun di Sulut, setelah tol Manado-Bitung. Estimasi tol ini dibangun sepanjang 74 kilometer. 

Jika berhasil dibangun kegiatan di beberapa kabupaten lewat jalan tol ini.  Tomohon, Minahasa, Minsel, Mitra hingga Bolmong Raya. Tol dibutuhkan untuk mempersingkat waktu dan kelancaran distribusi.

Keempat, Pengembangan Industri di Wilayah Bolmong atau disebut Kawasan Industri Bolmong (Kimong).

Adapun, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD, sudah disinkronisasi program kegiatan kebijakan strategis antara provinsi dan kabupaten/kota, dan juga dipadukan kebijakan nasional

RPJMD ni untuk menyempurnakan rancangan awal yang sudah disusun sehingga nanti menjadi rancangan akhir. Kemudian rancangan akhir ini nanti di-perdakan. 

“RPJMD ini penjabaran visi dan misi Gubernur, mengonkritkan pencapaian visi-misi, jadi bagaimana mengimplementasikan ke dalam program dan kegiatan,” ujar dia

Karouw mengatakan, Gubernur menargetkan pencapaian visi misi ini ada target tiap tahun, ada arah kebijakan yang dicapai 2022, 2023, 2024, 2025 hingga 2006. 

Meski Gubernur Olly akan  habis masa jabatan 2024, namun secara konsisten RPJMD harus mencapai apa yang ditargetkan Sulut pintu gerbang Indonesia ke Asia Pasifik. 

Harapannya apa yang menjadi visi besar Gubernur bisa ditopang kabupaten/kota karena Sulut tak bisa berjalan sendiri, alokasi pembangunan ada di kabupaten/kota sehingga komitmen merealisasikan 10 program prioritas juga akan diimplementasikan kabupaten/kota.(Kifli).

tenor

No More Posts Available.

No more pages to load.