Ada Gerakan Seniman Masuk Sekolah di Sulut

by

Manado – Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2018.

Kegiatan itu merupakan program yang dijalankan dalam bentuk program seniman memberikan pembelajaran kesenian pada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK).

Pada tahun ini, pendaftaran seniman telah dilakukan secara online melalui laman gsms.kemdikbud.go.id sejak 28 Mei sampai dengan 27 Juni 2018.

Untuk Sulut khususnya SMA dan SMK ada 20 Sekolah yang lolos seleksi dalam pendaftaran online di mana Balai Teknologi Informasi Komunikasi dan Media Pembelajaran Dinas Pendidikan Daerah Sulut menjadi penanggung jawab kegiatan.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace Punuh MKes, Selasa (14/08/2018) mengatakan, program tersebut merupakan salah satu terobosan yang sangat bagus dari pemerintah pusat, dan Pemprov Sulut tentunya mendukung. “Seniman masuk sekolah adalah hal yang baru dan menguntungkan. Hal ini harus menjadi perhatian serius para kepsek yang terpilih,” ujar Kadis.

Lanjut Punuh, dengan adanya seniman masuk sekolah maka sangat diharapkan pihak sekolah bisa membentuk sangar kesenian. “Beberapa bulan para siswa harus ada konser, pegelaran seni dan harus ada gaung membawah nama baik sekolah,” ungkap Punuh.

Dia mengatakan, guru-guru juga harus melihat bakat minat siswa di bidang kesenian dan kalau dampaknya bagus maka Pemprov Sulut akan membantu dana melalui APBD Sulut. “Jangan ada pungutan liar pada siswa karena ini semua sudah dibiayai melalui APBN dan program kemendikbud ini akan berlangsung selama 4 bulan,” jelasnya.

Kepala Balai Teknologi Informasi Komunikasi dan Media Pembelajaran Dikda Sulut, Ir Anna Wuisan MSi mengatakan, ada 20 SMA dan SMK di Sulut yang lolos seleksi dalam pendaftaran online. “Khusus Balai Teknologi Informasi Komunikasi dan Media Pembelajaran Dikda Sulut melakukan seleksi SMA dan SMK di 4 kabupaten kota saja yaitu Manado, Minahasa, Tomohon dan Kota Bitung,” jelas dia.

Salah satu seniman yang juga tim perumus GSMS 2018, Wenny Wowor menyampaikan, program itu sangat bagus apalagi mengangkat seniman. “Memang diakui seniman hanya berkarya sendiri dan baru sekarang dibantu dan dihargai oleh Pemerintah,” ungkap Wowor.

Dia mengatakan, kegiatan itu baru pertama kali dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kemendikbud RI.

“Selama 4 bulan para seniman mengajar seni di sekolah, sudah pasti akan mengangkat dan menghasilkan siswa yang berbakat dibidang seni baik seni tari, lukis, pertunjukan, kolintang, rupa, musik dan lainnya,” ujar Wowor.

Wowor mengatakan, semua hasil yang dilakukan di sekokah akan ditampilkan dan sudah pasti mereka sudah bisa mengikuti lomba. “Ada 20 Seniman yang terpilih berdasarkan karya pengalaman dan keahlian serta prestasi mereka yang akan ditempatkan di 20 Sekolah SMA dan SMK di Sulut,” kata dia.

 

Penulis : Zulkifli Madina

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.