Ada Penggalangan Dana di Perayaan Natal Kejati Sulut

by
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut, M Roskanedi, SH bersama tamu dan undangan saat perayaan Natal.

Manado – Keluarga besar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Jumat (14/12/2018), menggelar Ibadah Pra Natal Yesus Kristus di Manado Convention Centre (MCC) Manado.

Kegiatan ini mengangkat Tema “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (1Korintus 1:30a)”, yang juga merupakan tema Natal PGI Tahun 2018 dengan Sub Tema “Mari Merajut Kebersamaan dalam Membangun Insan Adhyaksa yang Profesional, Berintegritas dan Bermartabat, Guna Mewujudkan Jaksa Sahabat Masyarakat”.

Rangkaian Acara di mulai dengan Ibadah yang dihadiri oleh para undangan dan seluruh Pegawai Kejaksaan se-Sulut beserta keluarga mereka.

Ibadah Pra Natal, di buka dengan doa oleh Sekretaris Badan Musyawarah Antar Gereja Sulut (BAMAG)/Ketua BPMJ GMIM “Galilea” Teling, Pdt Judi Tunari MTh dan dilanjutkan dengan Renungan Natal di bawakan oleh Pdt Onna Tahapary.

Dalam ibadah ini menampilkan persembahan puji-pujian dari artis-artis nasional yaitu Harvey Malaiholo, Edo Kondologit dan Selly Kalahatu. Tidak ketinggalan juga suguhan puji-pujian dari Misio Ansamble Choir, Adhyaksa Choir Kejati Sulut serta Drama yang dibawakan oleh Anak Sekolah Minggu Gereja Mawar Sharon Manado.

Selesai Ibadah dilanjutkan dengan acara Perayaan yang dihadiri oleh Kajati Sulut, M Roskanedi SH bersama Ibu, Wakajati Sulut Andi M Iqbal Arief SHMH bersama Ibu, Para Asisten, Kabag Tata Usaha, Para Koordinator, Para Kajari se Sulut, para undangan serta seluruh Pegawai Kejaksaan se Sulut bersama keluarga.

Dalam sambutannya, Kajati mengatakan, perayaan Natal bagi umat Nasrani adalah refleksi keimanan kelahiran Yesus Kristus. Oleh karena itu janganlah Perayaan Natal hanya sebagai Perayaan ceremonial belaka, atau dianggap sebagai hal yang biasa atau tradisi semata. “Melainkan benar-benar mengaktualisasikannya dalam berbagai tugas pelayanan dan pengabdian kepada kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mantan Kajati Kalteng ini mengatakan, sejalan dengan tugas sebagai penegak hukum, agar memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan. Terus membangun kebersamaan, saling menghormati, saling menghargai adanya perbedaan masing-masing.

“Perbedaan yang ada diantara kita hendaknya disyukuri sebagai anugerah Tuhan, kerena semangat kebersamaan tersebut maka kehidupan yang rukun, damai, adil dan harmonis dalam rasa persaudaraan dapat kita wujudkan,” imbau Kajati.

Kajati pun memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Koordinator pada Kejati Sulut Ledrik Takaendengan, SH MH selaku Ketua Panitia Natal Kejaksaan se-Sulut Tahun 2018 bersama seluruh Panitia yang sudah menjalankan tugas dengan baik.

Takaendengan saat menyampaikan laporan panitia Natal mengucapkan terima kasih kepada Kajati dan Wakajati yang telah memberi kepercayaan serta petunjuk dan dukungan kepadanya bersama seluruh Panitia sehingga seluruh rangkaian acara boleh berlangsung dengan baik dan lancar.

Acara Perayaan bertambah semarak dalam suasana penuh kekeluargaan, persaudaraan dan toleransi saat persembahan pujian rohani dari gabungan tiga orang pegawai Kejati Sulut dengan Claudia dan Roma (dua orang pengamen viral yg sering menyanyikan lagu rohani). Sekalipun beragama Islam, dengan mengenakan jilbab dan peci, mereka kompak menyanyikan tiga lagu berturut- turut dan mendapatkan sambutan aplaus yang meriah dari seluruh yang hadir dalam acara ini.

Di penghujung acara digelar Malam Amal untuk korban bencana gempa dan tsunami Palu, Donggala, Sigi dengan cara Lelang Suara para artis nasional dan dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 150 Juta.

Penulis : Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.