Aksi Kemanusiaan SMK Negeri 2 Manado untuk Lombok

by
Penggalangan dana untuk bantuan gempa Lombok di SMK Negeri 2 Manado.

Manado – Bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu keprihatinan dan simpati masyarakat Indonesia dan dunia. Termasuk di Manado, Sulawesi Utara.

Berbagai elemen masyarakat di Indonesia, hingga para siswa – siswi dan Guru di SMK Negeri 2 Manado turut serta menggelar doa bersama. Mereka pun menggalang dana untuk dikirimkan kepada korban Gempa Lombok.

Para guru dan siswa mengumpulkan dana bantuan untuk korban bencana gempa Lombok yang dilaksanakan setelah apel pagi di sekolah tersebut.

Menurut Kepala SMK N 2 Manado, Robyn Kolowai, apa yang mereka lakukan adalah bentuk empati atas penderitaan saudara sebangsa yang kini tengah kesusahan tertimpa bencana. Penderitaan korban gempa telah memantik belas kasih masyarakat luas. “Kami pihak keluarga besar SMKN 2 Manado tergerak untuk membantu para korban-korban gempa di sana,” ucap Kepsek.

Kata Kolowai, apa yang dilakukan di sekolahnya bisa juga dilakukan di sekolah yang lain yang sudah sewajibnya membantu para saudara – saudara di sana. “Penggalangan dana ini diinisiasi sekolah yang ingin melatih empati siswa dan ini menjadi upaya pembentukan karakter anak didik,” ungkap dia.

Menurut Kolowai, selain untuk melatih empati, penggalangan dana untuk korban gempa Lombok ini pun sekaligus sebagai pengingat bahwa bencana bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk di Manado.

Adriaan Kaluara, siswa SMKN 2 Manado kelas 12 teknik gambar bangunan ini mengaku prihatin dengan bencana yang menimpa saudara-saudaranya di Lombok. “Ketika ada gerakan penggalangan dana untuk korban Gempa Lombok, ia turut aktif mengumpulkan dana,” ujar Ketua OSIS ini.

Siswa lainnya, Anggelina T Rangian mengungkapkan, apa yang dilakukan adalah bentuk kepedulian para siswa untuk meringankan beban korban gempa Lombok.

 

Penulis: Zulkifli Madina

tenor

2 thoughts on “Aksi Kemanusiaan SMK Negeri 2 Manado untuk Lombok

Leave a Reply

Your email address will not be published.