AMSI Masuk Kampus Universitas Teknologi Sulawesi Utara

by
Peserta terbaik selama pelatihan yaitu Nansy Pangaila, mahasiswa Fakultas Komunikasi, dengan hadiah sebuah buku ‘Jurnalis Melintasi Zaman’ karya Yoseph E Ikanubun.

Manado – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulut terus memperkuat eksistensinya sebagai wadah berhimpunnya media siber. Salah satunya adalah dengan menggelar pelatihan jurnalistik kepada Pengurus Pers Mahasiswa Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU).

Kegiatan yang itu dilaksanakan, Kamis (8/11/2018), dipusatkan di Gedung Kampus UTSU Kompleks Megasmart Manado.
Pelatihan dengan mengambil tema ‘Pers Berkualitas Mahasiswa Makin Cerdas’, yang menghadirkan tiga pemateri yakni Ketua AMSI Sulut Agust Hari, Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado sekaligus Ahli Pers dari Dewan Pers, Yoseph E Ikanubun dan Ady Putong, Pengurus AMSI Sulut.

Rektor UTSU yang diwakili Pembina Badan Eksekutif Mahasiswa Deyidi Mokoginta ST MM dalam sambutannya mengatakan, kegiatan itu bertujuan melatih para mahasiswa agar mempunyai wawasan tentang dunia jurnalistik. Termasuk bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk menekuni bidang tersebut. jurnalis. “Oleh karena itu UTSU menghadirkan pembicara yang kompeten di bidang Jurnalistik,” ujar Mokoginta.

Dalam materi pertama, Ikanubun menjelaskan sejarah jurnalistik serta 11 pasal Kode Etik Jurnalistik sebagaimana yang ditetapkan oleh Dewan Pers. “Dalam tugasnya, jurnalis dilindungi Undang-Undang. Tidak boleh ada yang menghalang-halangi tugas jurnalistik,” papar Ikanubun.
Meski demikian, lanjut dia, ada aturan dalam Kode Etik Jurnalistik yang wajib untuk ditaati.
Ikanubun mengatakan, setiap hasil karya jurnalistik dilindungi Undang-Undang Pers, namun jika bukan produk jurnalistik maka bisa berhadapan dengan UU tentang Informasi Transaksi Elektronik bahkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Hari dalam materinya memaparkan tentang sejarah pembentukan AMSI serta perkembangan media online saat ini. “Dunia sudah semakin canggih, demikian juga pembaca berita sekarang cenderung beralih ke media online. Namun kita harus waspada dengan banyaknya berita hoax yang beredar,” papar Hari
Dia menambahkan, publik harus jeli melihat mana berita yang sesuai fakta, melalui refensi berita dari media yang terpercaya.

Putong dalam materinya, melatih seluruh mahasiswa tentang cara menulis berita yang memenuhi unsur 5W+1H serta nilai-nilai berita.
Pada kesempatan ini, 25 mahasiswa peserta pelatihan diberi kesempatan menyusun sebuah berita.
Pemateri kemudian memilih peserta terbaik selama pelatihan yaitu Nansy Pangaila mahasiswa Fakultas Komunikasi, dengan hadiah sebuah buku ‘Jurnalis Melintasi Zaman’ karya Yoseph E Ikanubun.

Penulis: Zulkifli Madina

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.