Aturan Baru Tunggakan Iuran dan Denda Layanan JKN-KIS

oleh -690 views
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manado, Prabowo. (Foto: Ishak Kusrant)

Manado – Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manado, Prabowo menjelaskan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 sebagai implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Salah satunya mengatur tentang tunggakan iuran dan denda layanan.

“Perpres tersebut juga memberi ketegasan mengenai denda bagi peserta JKN-KIS yang menunggak. Status kepesertaan JKN-KIS seseorang dinonaktifkan jika ia tidak melakukan pembayaran iuran bulan berjalan sampai dengan akhir bulan, apalagi bila ia menunggak lebih dari 1 bulan,” ungkap Prabowo dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di kantor BPJS Kesehatan Cabang Manado, Rabu (19/12/2018).

Status kepesertaan JKN-KIS peserta tersebut akan diaktifkan kembali jika ia sudah membayar iuran bulan tertunggak, paling banyak untuk 24 bulan. Ketentuan ini berlaku mulai 18 Desember 2018. Kalau dulu hanya dihitung maksimal 12 bulan. Sekarang diketatkan lagi aturannya menjadi 24 bulan.

“Ilustrasinya, peserta yang pada saat Perpres ini berlaku telah memiliki tunggakan iuran sebanyak 12 bulan, maka pada bulan Januari 2019 secara gradual tunggakannya akan bertambah menjadi 13 bulan dan seterusnya pada bulan berikutnya, sampai maksimal jumlah tunggakannya mencapai 24 bulan,” jelas Prabowo.

Sedangkan terkait denda layanan, menurut Prabowo, diberikan jika peserta terlambat melakukan pembayaran iuran. Jika peserta tersebut menjalani rawat inap di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dalam waktu sampai dengan 45 hari sejak status kepesertaannya aktif kembali, maka ia akan dikenakan denda layanan sebesar 2,5% dari biaya diagnosa awal INA-CBG’s. Adapun besaran denda pelayanan paling tinggi adalah Rp 30 juta.

Ketentuan denda layanan dikecualikan untuk peserta PBI, peserta yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah, dan peserta yang tidak mampu. Ketentuan ini sebenarnya bukan untuk memberatkan peserta, tapi lebih untuk mengedukasi peserta agar lebih disiplin dalam menunaikan kewajibannya membayar iuran bulanan.

“Jangan lupa, di balik hak yang kita peroleh berupa manfaat jaminan kesehatan, ada kewajiban yang juga harus dipenuhi,” kata Prabowo.

Penulis: Ishak Kusrant

tenor

7 thoughts on “Aturan Baru Tunggakan Iuran dan Denda Layanan JKN-KIS

  1. 132846 933457Wow, superb weblog structure! How long have you been blogging for? you make blogging glance effortless. The total appear of your web internet site is superb, neatly as the content material! 308711

  2. 729745 622718Hey, you used to write excellent, but the last few posts have been kinda boringK I miss your tremendous writings. Past few posts are just a little bit out of track! come on! 510328

  3. 153627 537417Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account it. Appear advanced to a lot more added agreeable from you! Nevertheless, how could we communicate? 96642

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.