Badan Adat Sangihe Serukan Penolakan Perusahaan Tambang Emas PT.TMS

oleh -98 views

Pertemuan Aliansi Save Sangihe Island dengan Badan Adat Kepulauan Sangihe.(Foto : Istimewah).

Sangihe, kabarmanado.com – Menyikapi rencana produksi perusahaan tambang yang bernaung di bawah PT. Tambang Mas Sangihe (TMS) dengan luas Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 42000 (ha) di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.

Secara tegas Badan Adat Kepulauan Sangihe menolak jika pulau dengan luasan hanya 736 Km2 akan menjadi tempat pengerukan perusahaan tambang. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan Adat, Olden Ambui.

“Bayangkan nanti akan jadi apa masyarakat Sangihe dengan penyakit segala ancam karena memang pencemaran akan terjadi di sana, jika tanah bumi ini akan dikeruk ke permukaan” Kata Ambui.

Ambui juga mengatakan, Sangihe adalah tanah adat yang pada realitasnya saban tahun didoakan dalam prosesi adat Tulude. Jadi pembongkaran atau perusakan lingkungan yang dinilainya ini dilakukan secara sadar jelas bertentangan dengan nilai-nilai budaya orang Sangihe.

“Tahun 2020 Subtema Upacara Adat adalah dalam rangka memelihara melestarikan lingkungan alam ciptaan Tuhan. Kita juga harus berfikir ke situ, untuk apa kita melaksanakan upacara adat Tulude, ini adalah bahagian mendoakan agar alam ini, lingkungan ini tetap lestari, jauh dari segala bencana. Tapi kalau ini sudah mau dibongkar secara sadar, bukan tidak sadar,” Ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (31/03).

tenor

No More Posts Available.

No more pages to load.