Bank Indonesia Wisuda Petani dan Wirausaha Unggulan

oleh -208 views

Manado, Kabarmanado.com – Seluruh rangkaian pelatihan Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) dan Petani Unggulan Bank Indonesia (PUBI) yang telah diikuti oleh Calon Wisudawan WUBI dan PUBI sejak tahun 2020, resmi ditutup pada Selasa (17/11/2021).

Penutupan tersebut ditandai dengan dilaksanakannya Wisuda Petani Unggulan dan Wirausaha Unggulan Bank Indonesia di Hotel Luwansa, Kota Manado.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) Arbonas Hutabarat dalam sambutannya memaparkan kembali latar belakang didirikannya program ini.

“Seperti yang pada umumnya diketahui, dunia pertanian dan UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional maupun daerah,”ungkap Arbonas.

Kata beliau, Sektor pertanian dan UMKM merupakan penyedia jaring pengaman masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Itu merupakan salah satu sumber pendapatan utama negara Indonesia yang berperan penting dalam mengentaskan kemiskinan,” ujar Arbonas.

Lanjutnya, Sebagai negara agraris, peranan sektor pertanian masih cukup dominan. Menurut data Badan Pusat Statistik, kontribusi sektor pertanian di dalam PDB kuartal III-2021 sebesar 13,6%.

“Sektor pertanian masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi negara (terbesar ke-2) setelah industri pengolahan,”ungkapnya.

Kata dia, Peranan dari sektor UMKM juga mengalami perkembangan, utamanya di era pandemi Covid-19

“Sektor UMKM diyakinkan sebagai sektor yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian selama pandemi,” sambungnya.

Ungkapnya, Atas dasar itulah maka pemerintah kemudian menggagaskan agar sektor UMKM dapat dijadikan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang baru.

“Namun di sisi lain, sektor pertanian dan UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan ketenagakerjaan,”katanya.

Jelasnya, Salah satu faktor penghambat yang dominan adalah masih banyak petani dan pelaku UMKM yang belum mampu untuk membuat pencatatan laporan keuangan yang terstruktur, serta tidak memperhitungkan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai komponen yang krusial dalam perhitungan hasil penjualan mereka.

“Kurangnya pengetahuan di bidang pencatatan keuangan dan kewirausahaan ini menyebabkan para petani dan pelaku UMKM tidak mampu untuk mengelola pendapatan mereka secara maksimal, sehingga seringkali tidak dapat menggunakan pendapatan dari hasil penjualan sebelumnya untuk produksi berikutnya,”tambahnya.

Lanjut Arbonas, Sebagai bagian dari cara memitigasi hambatan terhadap profesi petani dan juga pelaku UMKM, maka Kantor Perwakilan Bank Indonesia membentuk Program Petani Unggulan dan Wirausaha Unggulan.

“Program ini diciptakan untuk membantu para petani dan wirausahawan dalam mengembangkan kapasitas mereka,”kata dia.

“Secara khusus, program ini dibuat agar para petani dan wirausahawan memiliki mindset yang lebih terarah, agar memiliki kemampuan yang lebih tajam untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang sedang dihadapi sehingga mampu menemukan pemecahan masalah yang terbaik berdasarkan hasil investigasi. Kemampuan itulah yang berusaha untuk ditumbuhkembangkan selama pelatihan ini,” jelas Arbonas.

Program Petani Unggulan dan Wirausaha Unggulan Bank Indonesia Tahun 2020 telah berjalan selama 1 tahun, yakni sejak November 2020.

Dalam kurun satu (1) tahun tersebut, telah dilaksanakan 4 tahapan pelatihan yang dilakukan secara offline dan online.

Pertemuan offline dilakukan sebanyak 4 kali dalam satu (1) tahun, termasuk kegiatan capacity building yang dilakukan sejak tanggal 16 November 2021 (kemarin), sedangkan kegiatan konsultasi dilakukan secara online via kanal media sosial (Whatsapp Group).

Selama 4 kali tahap pelatihan, para calon WUBI dan PUBI Tahun 2020 telah mendapatkan berbagai macam materi yang bermanfaat.

Sebagai contoh, pada tahap pelatihan 1 dan 2, calon WUBI telah mendapatkan pelatihan mengenai business canvas, digital marketing, branding, dan NLP.

Pada tahap ke-3, para peserta telah mendapatkan pelatihan yang lebih lanjut, mulai dari cara penentuan HPP, pembuatan laporan keuangan, hingga pemanfaatan kanal digital untuk keberlangsungan usaha.

Para peserta calon PUBI juga telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan variatif, seperti Pengolahan Tanah, Pengenalan Hama dan Penyakit, Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), Pertanian Terintegrasi, Pemasaran Pertanian secara Digital, hingga Manajemen Keuangan.

Berdasarkan laporan dari tim IMUTS Pelatih Indonesia selaku coach, sebagian besar peserta juga telah menerapkan ilmu yang diberikan terhadap lahan pertanian mereka, sehingga menghasilkan usaha pertanian yang lebih maju dengan pangsa pasar yang lebih luas dari sebelumnya.

“Pada hari ini telah selesai dilaksanakan prosesi wisuda untuk peserta WUBI dan PUBI tahun 2020. Dengan selesainya prosesi wisuda ini, maka dengan bangga kami nyatakan bahwa bapak dan ibu peserta wisuda tidak lagi dianggap sebagai calon WUBI dan PUBI, namun secara resmi dinyatakan sebagai Wirausaha Unggulan dan Petani Unggulan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara,” kata Arbonas.

Arbonas pun menyampaikan selamat kepada para wisudawan beserta keluarga serta menegaskan, kegiatan ini telah melahirkan wirausahawan dan petani-petani yang unggul serta berkompeten sebagaimana yang baru saja di wisuda.

“Semoga segala perjuangan dan kerja keras bapak dan ibu hingga berhasil mencapai tahap ini dapat menjadi contoh bagi calon WUBI dan PUBI berikutnya. Pesan saya, jadikanlah acara wisuda ini bukan merupakan akhir dari proses belajar dan perjuangan bapak dan ibu, namun sebagai titik awal semangat yang baru untuk bersama-sama memajukan dan mengembangkan, tidak hanya usaha bapak dan ibu sendiri, namun juga sektor UMKM dan pertanian Sulawesi Utara secara keseluruhan, demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Arbonas.(Kifli).

tenor

No More Posts Available.

No more pages to load.