BAP DPD RI Kunjungi Sulut RDP Masalah Jalan Tol Manado-Bitung yang Dikeluhkan Warga

by

Bitung – Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Kamis (21/3/2019) pagi berada di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mengumpulkan data dan informasi terkait dana pembebasan lahan Jalan Tol Manado-Bitung yang dikeluhkan oleh warga karena terkena pembebasan lahan.

Anggota BAP DPD RI yang hadir yaitu:

1. Mamberob Yosephus Rumakiek, S.SI., M.Kesos (Provinsi Papua Barat)
2. Ir. VP Marhany Pua, MA (Provinsi Sulawesi Utara)
3. Ir. H. Iskandar Muda Baharuddin Lopa (Provinsi Sulawesi Barat)
4. Pdt. Carles Simaremare (Provinsi Papua)
5. H.Abdurrahman Abubakar Bahmid, Lc (Provinsi Gorontalo)
6. Badikenita BR Sitepu (Provinsi Sumatera Utara)
7. Drs. HA Hudarni Rani, SH

Pertemuan membahas masalah yang di keluhkan oleh masyarakat digelar di ruang pertemuan Wali kota Bitung yang dihadiri oleh Pejabat terkait diantaranya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulut, Forkopimda Bitung, Panitia Pembebasan tanah, Pemprov Sulut, dan dihadiri langsung oleh Wali kota Bitung Max Lomban.

Senator DPD RI Asal Sulut Marhany Victor Poli Pua mengatakan, hasil pertemuan ini cukup bagus dan sudah mendapatkan titik terang tentang tinggal bagaimana menyampaikan hal itu pada masyarakat agar bisa berjalan dengan baik. “Kita berharap ada titik temu, dan pemerintah bisa mengkomunikasikan hal dengan cepat kepada forum ganti rugi jalan tol agar bisa mendapatkan kepastian yang jelas,” kata Pua yang ditemui usai melakukan pertemuan di Bitung.

Sementara itu Ketua Tim BAP DPD RI Mamberob Yosephus Rumakiek, S.SI., M.Kesos mengatakan, pertemuan ini dilakukan di daerah karena DPD RI merupakan perwakilan daerah, sehingga saat menerima laporan dan aspirasi warga, DPD langsung merespon dengan turun ke lapangan . “Hari ini kami datang atas undangan Wali kota Bitung untuk menanggapi masalah ganti rugi yang dikeluhkan oleh warga karena terkenal dampak jalan tol Manado-Bitung,” ungkapnya.

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.