Begini Proses Kelahiran Bayi Anoa Pasangan Rambo dan Denok

by
Bayi anoa dari induk anoa betina Denok yang lahir, Rabu 25 Juli 2018. (Foto: Yoseph E Ikanubun)

Manado – Rabu (25/07/2018) pukul 21.04 Wita, lahir bayi anoa dari induk anoa betina Denok dan anoa jantan Rambo di Anoa Breeding Centre (ABC) di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado.

“Bayi anoa ini berjenis kelamin betina, berat badan 6,7 kg dan panjang badan 55 cm,” ungkap dr Adven TAJ Simamora, dokter yang menangani proses kelahiran bayi anoa tersebut.

Adven mengungkapkan, proses kelahiran berlangsung secara normal, kondisi induk dan bayi anoa dari pengamatan tim dokter Hewan ABC sejauh ini dalam keadaan sehat. Dia menambahkan, sudah mulai berinteraksi, menyusu dan berjalan untuk bayinya. “Kondisi induk dan bayi anoa dari pengamatan kami sejauh ini dalam keadaan sehat,” ujar Advent.

Diketahui, kelahiran bayi anoa itu merupakan kelahiran ke-3 di ABC BP2LHK Manado setelah diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar tanggal 5 Februari 2015. Bayi anoa pertama lahir pada tanggal 7 Februari 2017 dan diberi nama Maesa oleh Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla.  Bayi anoa kedua lahir pada 8 November 2017 dan diberi nama Anara oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Jan Darmadi yang didampingi Menteri LHK di ABC BP2LHK Manado. Saat ini di ABC memiliki 10 anoa dengan komposisi 3 jantan dan 7 betina.

Seperti diketahui Anoa (Buballus sp.) menjadi salah satu pengisi keanekaragaman hayati di kawasan Wallacea yang perlu diperjuangkan kelestariannya. Anoa adalah hewan endemik Sulawesi yang saat ini termasuk dalam kategori genting dan dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia  Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Penetapan Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

 

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.