Belajar dari Perbedaan, Memperkuat Spiritualitas

by
Tim fasilitator dari SAG Sulutteng disambut BPHS Germita di Pelabuhan Lirung, Talaud, Selasa (25/09/2018).

Lirung – Sinode Am Gereja (SAG) Sulutteng kembali menggelar program Sekolah Pluralisme yang diikuti pemuda lintas agama dan keyakinan di Jemaat Germita Torsina, Bitunuris, Kecamatan Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa – Kamis (25-28/09/2018).

Ketua Badan Pekerja Harian Sinode (BPHS) Germita, Pdt Dr AA Abast dalam pembukaan kegiatan menyampaikan, Indonesia negara yang plural dengan budaya beragam. “Dan Pancasila menjadi dasar untukĀ  membangun bangsa yang majemuk,” ungkap Abast.

Dia mengungkapkan, kini kemajemukan itu dipolitisir begitu rupa sehingga mempertajam perbedaaan,” papar Abast.

Abast menambahkan, perbedaan itu adalah anugerah. “Seharusya belajar dari perbedaan itu untuk memperkuat identitas kita. Saling belajar, dan memperkuat spiritual,” ujar dia.

Sekjend SAG Sulutteng, Pdt Zakharias Widodo MTh mengatakan, kemajemukan bisa menjadi satu kekuatan tetapi juga bisa memicu kehancuran. “Untuk itulah keragaman itu perlu dikelola, untuk membangun perdamaian,” papar Widodo.

Widodo menambahkan, Sekolah Pluralisme sudah yang keempat kali dilaksanakan. Sebelumnya dilaksanakan di Bolmong, Tomohon, dan Luwuk.

Untuk Tim Fasilitator Sekolah Pluralisme terdiri dari Pdt Ruth Wangkai, Deeby Momongan, Yoseph E Ikanubun, Denni Pinontoan, Taufani dan Billy Waworuntu.

Sedangkan peserta yang hadir kali ini berasal dari Luwuk Sulteng, Gorontalo, Bolmong, Manado, Bitung, dan Talaud.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published.