Belajar UKS dari SMAN 1 Bintauna Bolmut

oleh -534 views
Foto: Dua Siswi dari SMAN 1 Bintauna Bolmut

Bintauna — SMA Negeri 1 Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjadi sekolah percontohan untuk Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) bagi sekolah di Sulawesi Utara. Ini karena sekolah tersebut pada tahun 2016 silam meraih juara 3 terbaik Tingkat Nasional dan juara 1 Tingkat Provinsi Sulut dalam lomba UKS.

UKS adalah program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah.

Saat jurnalis kabarManado.com berkunjung kesekolah itu pekan lalu, sekolah tersebut tetap mempertahankan gelar yang disandangnya dengan memperhatikan lingkungan sekolah yang bersih, indah, nyaman serta sehat.

Sekolah yang mempunyai program kerja sebagai peningkatan pembinaan dan pelatihan ektrakulikuler, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah yang sehat ini, memiliki ruangan UKS yang serba lengkap dibantu para siswi yang terlatih dan dimpimpin oleh Kepala UKS, Aneke Takahindangen S.Pd.

Menurut Kepala SMAN 1 Bintauna Meike Datunsolang M.Pd,  di sekolah itu UKS dibina saat ini sudah dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang harmonis dan optimal, serta menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

“Mereka kami latih dalam memberikan pendidikan kesehatan dalam rangka menanamkan kebiasaan hidup sehat sehari-hari,” ungkapnya.

Kepala SMA Negeri 1 Bintauna itu menjelaskan, dengan adanya UKS di sekolah bisa mengawasi kesehatan murid serta mengenal kelainan kesehatan sedini mungkin dengan melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dan pengobatan sederhana disekolah.

Salah satu pengurus UKS siswa kelas 12 Pingkan Kantohe didampingi siswa kelas 1 Dini Lakoro mengatakan, sangat senang dang bangga bisa ikut terlibat di UKS.

“Saya bangga bisa membantu teman dan orang lain yang sakit,” kata Dini dengan nada senang.

Dini mengatakan, selama di UKS terus diberikan pelatihan baik cara pengobatan sakit ringan, pemberian kompres pada siswa yang demam, pengenalan organ pernapasan, pengukuran penglihatan, memapah siswa yang pusing, pemberian P3K bagi korban luka ringan dan penanggulangan korban keseleo.

“Paling banyak siswa yang dirawat¬† karena mengalami pusing, pingsan dan luka ringan,” tutur Dini.

Penulis: Zulkifli Madina

 

tenor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.