Belajar UKS dari SMAN 1 Bintauna Bolmut

by
Foto: Dua Siswi SMA Negeri 1 Bintauna Bolmut di depan ruangan UKS.

 

 

Bintauna – SMA Negeri 1 Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjadi sekolah percontohan untuk Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk sekolah di Sulawesi Utara. Menjadi sekolah percontohan sejak tahun 2016 lalu meraih juara 3 Tingkat Nasional dan juara 1 Tingkat Provinsi Sulut dalam kompetisi UKS.

UKS adalah program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah.

Saat jurnalis kabarManado.com berkunjung kesekolah itu pekan lalu, sekolah itu tetap mempertahankan gelar yang disandangnya dengan memperhatikan lingkungan sekolah yang bersih, indah, nyaman dan sehat.

Sekolah yang memiliki program kerja sebagai peningkatan pembinaan dan pelatihan ektrakulikuler, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah yang sehat ini, memiliki ruang UKS yang serba lengkap dengan para siswi yang mendukung dan dimpimpin oleh Kepala UKS, Aneke Takahindangen S.Pd.

Menurut Kepala SMAN 1 Bintauna Meike Datunsolang M.Pd, di sekolah itu UKS dibina saat ini sudah dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang harmonis dan optimal, serta menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

“Mereka kami melatih dalam kesehatan menanamkan kebiasaan hidup sehat sehari-hari,” katanya.

Kepala SMA Negeri 1 Bintauna menjelaskan, dengan mewakili UKS di sekolah dapat memahami siswa serta mengenali kelainan kesehatan mungkin dengan melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dan penanganan yang mudah diprosesolah.

Salah satu pengurus UKS siswa kelas 12 Pingkan Kantohe didampingi siswa kelas 1 Dini Lakoro mengatakan, sangat senang dang bangga bisa ikut terlibat di UKS.

“Saya bangga bisa membantu teman dan orang lain yang sakit,” kata Dini dengan nada senang.

Dini mengatakan, selama di UKS terus diberikan pelatihan baik cara pengobatan ringan, pemberian kompres pada siswa yang demam, koordinasi organ pernapasan, pengaplikasian penglihatan, memapah siswa yang mendorong, memberikan P3K bagi korban luka ringan dan penanggulangan keselamatan keseleo.

“Paling banyak siswa yang berhasil karena sulit mendorong, pingsan dan luka ringan,” ucap Dini.

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published.