BEM Unsrat Nyatakan Tidak Ada Pertemuan dengan Pjs Gubernur Sulut

by


Manado –  Terkait adanya audiensi dengan Pjs Gubernur Sulawesi Utara pada tanggal 12 Oktober 2020 lalu yang mengatasnamakan mahasiswa se-Sulawesi Utara, Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) menepis hal tersebut.

Menurut Plh Ketua BEM Viola D. Pongajow dalam rilis Selasa, (13/10/2020) pertemuan itu bukan atas nama BEM Unsrat, sehingga BEM UNSRAT memberikan klarifikasi dan menegaskan dalam 5 poin yaitu :

1. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi tidak pernah mendapat undangan resmi maupun tidak resmi dari pihak Pemerintah Daerah Sulawesi Utara terkait audiensi tersebut.

2. Setiap orang/kelompok yang mengikuti audiensi tersebut berdiri atas nama individu terlepas dari jabatan yang dipegangnya dalam organisasi kemahasiswaan UNSRAT, sehingga tidak dapat diklaim atas nama BEM ataupun perwakilan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi.

3. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi masih berdiri bersama barisan #MosiTidakPercaya yang menolak adanya UU Cipta Kerja.

4. Aksi bersama Aliansi Sulut Bergerak yang dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2020 adalah sebuah bentuk protes terhadap perilaku pemerintah dan para wakil rakyat yang terburu-buru mengesahkan UU Cipta Kerja yang cacat formil.

5. BEM Unsrat menjamin dan menyatakan dengan tegas bahwa aksi tersebut terlepas dari kepentingan dan tunggangan satu atau sebagian pihak.

Sebagaimana disebutkan dalam poin-poin pernyataan tersebut, maka BEM Universitas Sam Ratulangi mengecam pihak-pihak yang mengatasnamakan mahasiswa se-Sulawesi Utara, khususnya mahasiswa Universitas Sam Ratulagi, untuk mencapai tujuan pribadi/kelompok yang tidak memihak rakyat.