Bersama Wawali, Kadis Punuh Pantau Pertemuan Perdana Tatap Muka di SMAN 1 dan SMAN 3 Bitung

by

Bitung, kabarmanado.com – Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, dr Grace Punuh M.Kes bersama Wakil Walikota Bitung, Maurits Mantiri yang juga Walikota Terpilih ini meninjau pelaksanaan pertemuan perdana tatap muka serta pelaksanaan ujian di SMAN 1 Bitung dan SMAN 3 Bitung pada Senin (22/03).

Kadis Punuh juga didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMA, Arthur Tumipa M.Pd, Kacabdin Minut- Bitung, Ernes Emor, Kasie SMA Cabdin Minut – Bitung, Dra Annie Alow dan Kasie SMK, Dra Femmy Mamahit serta Korwas Dr Hermanus Bawuoh.

Saat meninjau di SMAN 1 Bitung Kadis Dikda Punuh dan juga Wakil Walikota Bitung, Maurits Mantiri diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Syane Buisang S.Pd bersama para guru dan staf.

Sementara di SMAN 3 Bitung para rombongan diterima langsung Kepala Sekolah, Goldfriet Ronny Bawotong M.Pd.

Mereka melihat langsung proses pelaksanaan pertemuan perdana tatap muka serta pelaksanaan ujian kelas 12 yang dilaksanakan di Sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Pelaksanaan ujian dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 sangatlah penting guna menekan penyebaran Corona khususnya di Dunia pendidikan,”ungkap Kadis Punuh.

Kata Kadis, dua sekolah ini menjadi contoh pelaksanaan ujian tatap muka yang mengedepankan keselamatan para pelajar.

“Bagus sekali dua Sekolah ini telah bekerjasama dengan tim satgas Covid-19 di wilayahnya khusunya dengan puskesmas setempat,”jelasnya.

Lanjut Kadis, pelaksanaan ujian menjadi aman dan lancar dimasa pandemi ini karena pihak sekolah telah siap menerima para pelajar dengan memperketat protokol kesehatan.

Sementara Kepala SMAN 1 Bitung, Syane Buisang S.Pd mengatakan, Sekolahnya sejak lama telah siap menerima para siswa dengan memperketat protokol kesehatan.

“Hampir semua para orang tua menyetujui anaknya belajar di Sekolah dan saat ini mereka hadir perdana disaat Ujian Semester khusus kelas 12,”kata Kepsek.

Bagi pelajar tidak memiliki jaringan internet dan tidak ada persetujuan orang tua kata Kepsek Syane maka mereka ujian secara daring dari rumah.

“Ada 405 peserta ujian dan yang ikut di Sekolah ada 235 orang dan sisanya 170 Siswa ikut ujian daring dari Rumah,”ungkap Kadis.(Kifli).

tenor