Calon Ilmuan Muda dari 27 Negara Asia Hadir di Sulut

by
Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace Punuh MKes.(Foto: Yoseph E Ikanubun)

Manado – Provinsi Sulut kembali dipercayakan menjadi tuan rumah pelaksanaan iven internasional, kali ini sebagai penyelenggara Asian Science Camp (ASC) 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace Punuh MKes mengatakan, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, sudah menandatangi nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Sulut dengan Surya Institute tentang pelaksanaan kegiatan ASC. “Kegiatan ini adalah di bidang ilmu pengetahuan yang akan dihadiri peserta dari berbagai negara di Asia. Mulai Kamis 2 Agustus sudah ada kontingen peserta yang datang,” ujar Punuh.

Dia mengatakan, iven internasional itu sekalian mempromosikan pariwisata Sulut ke luar negeri. “Sudah pasti peningkatan kualitas pendidikan didaerah akan dapat ditingkatkan dan ini menjadi bukti bahwa pemerintah sangat peduli dengan peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Adapun peserta yang sudah siap hadir, kata Punuh, ada 375  orang dari 27 Negara Asean dan pelaksanaannya dimulai tanggal 4 – 9 Agustus 2018. Untuk pembukaannya pada hari Sabtu 4 Agustus 2018 di Hotel Sutan Raja Maumbi Airmadidi. “Kami dari Sulut akan mengutus 20 siswa dan mahasiswa terbaik yang juga fasih berbahasa Inggris menjadi peserta,” kata Punuh.

Diketahui, ASC merupakan forum tahunan untuk perguruan tinggi dan mahasiswa yang bertujuan untuk mempromosikan diskusi dan kerjasama antar siswa Asia untuk kemajuan ilmu pengetahuan di kawasan Asia.

ASC pertama diadakan di Taipei pada tahun 2007, dan kemudian diadakan di Bali (2008), Tsukuba (Jepang) (2009), Mumbai (2010), Daejeon (Korea Selatan) (2011), Universitas Ibrani Yerusalem (Yerusalem, Israel) (2012). Ide kamp tahunan ini diusulkan oleh Yuan Tseh Lee dan Masatoshi Koshiba pada tahun 2005.

Gagasan ASC diusulkan bersama pada bulan September 2005 setelah pertemuan tahunan Pemenang Nobel dan Mahasiswa Nobel di Lindau, Jerman, oleh Profesor Yuan Tseh Lee (pemenang Nobel Kimia 1986) dari Chinese Taipei, dan Profesor Masatoshi Koshiba (pemenang Nobel Fisika 2002) dari Jepang.

Proposal tersebut mengungkapkan tujuannya untuk mencerahkan pemuda berbakat melalui diskusi dan dialog dengan ilmuwan terkemuka di dunia, dan mempromosikan persahabatan dan kerjasama internasional antara siswa muda terbaik generasi berikutnya di Asia.

 

Penulis: Zulkifli Madina

tenor

One thought on “Calon Ilmuan Muda dari 27 Negara Asia Hadir di Sulut

Leave a Reply

Your email address will not be published.