Dari Minahasa; Merawat Luka, Merajut Asa untuk Sulteng

by
Para pimpinan organisasi kemahasiswaan di Minahasa yang menginisiasi kegiatan solidaritas untuk Sulteng

Tondano – Beberapa organisasi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa di Tondano, Kamis (11/10/2018), menggelar Pentas Seni dan Budaya yang bertempat di Asrama Kamasan Putra, Patar, Tondano, Minahasa.

Kegiatan itu merupakan aksi solidaritas penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Donggala, Palu dan sekitarnya. Pentas seni dan budaya ditampilkan oleh masing-masing organisasi kemahasiswaan yang ada di Kabupaten Minahasa. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu “Merawat Luka, Merajut Asa”.

Indra Ngangi, Ketua Umum KMK Unima periode 2018-2019, salah satu penyelenggara dalam sambutannya, menegaskan bahwa dengan pentas seni dan budaya maka kekerabatan antar organisasi dapat terjalin dengan baik tanpa ada sebuah perbedaan. “Dengan kegiatan ini, rasa kekeluargaan dan kerukunan antar suku dan agama dapat dijaga dengan baik,” ujar Indra.

Dia menambahkan, momen itu menjadi saksi bahwa perbedaan adalah anugerah Tuhan.”Bersama-sama kita menggalang dana untuk saudara-saudari kita di Palu, Sigi dan Donggala yang menjadi korban tsunami dan gempa beberapa waktu lalu ,” tegasnya.

Organisasi-organisasi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa di Tondano terdiri dari Sanggar Seni Tetengkoren Fakultas Ekonomi Unima, Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) Tondano, Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (MHDI), Perhimpunan Mahasiswa Toraja (PERMATA) Tondano, Ikatan Mahasiswa Karo Tenah Perburu (IMKA) Unima. Juga ada Ikatan Kerukunan Mahasiswa Batak Indonesia (IMBI) Tondano, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Tondano Santo Paulus, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Santo Petrus Unima. Kemudian Keluarga Mahasiswa Maluku Tenggara (KMMALRA) di Sulawesi Utara, dan Forum Komunikasi Mahasiswa Tidore Kepulauan (FKMTK) Tondano. Aliansi tersebut merupakan gabungan dari berbagai organisasi baik paguyuban dan maupun keagamaan.

Ketua Presidium PMKRI Tondano periode 2018-2019, Deysemca Indra Muda menuturkan bahwa PMKRI dalam kegiatan ini sebagai mitra kerja KMK Unima dengan organisasi (paguyuban). “Peran PMKRI dalam pentas ini sebagai organisasi mitra bersama KMK yang menarik minat kepada paguyuban untuk menampilkan tradisi lokal berupa tarian daerah. PMKRI mendukung dan menyukseskan pentas seni ini,” kata mahasiswa Fakultas Teknik (Fatek) ini.

Ketua MHDI cabang Unima, I Gusti Ayu Mirahyanti mengatakan, MHDI sangat senang karena bisa bergabung dan mengenal banyak etnis dan organisasi mahasiswa yang ada di Tondano. “MHDI sangat senang dan menyukai kegiatan seperti ini karena bisa mengenal berbagai suku-suku dan organisasi lain. Kami Sangat berharap ada kegiatan seperti ini lagi untuk membangun persatuan kita semua di tanah rantau Minahasa ini,” ucapnya.

Acara pentas seni dan budaya ini dibuka dengan doa yang dibawakan oleh perwakilan dari MHDI. Sedangkan pembukaannya dengan tarian kabasaran yang dipentaskan oleh sanggar Seni Tetengkoren Fekon Unima, selanjutnya paguyuban-paguyuban yang lain. Bukan hanya kearifan lokal yang dipersembahkan, ada juga kelompok band dan orasi kepedulian.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 18.00 Wita hingga pukul 21.30 WITA. yang hadir dalam kegiatan pentas seni ini sebanyak 300 orang.

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published.