Didesak Masyarakat Hidupkan Kembali Jalur Perekonomian, Pemkot Bitung Akhirnya Buka Jalan Perbatasan Klabat-Karondoran

by

Minut – Pemerintah Kota Bitung akhirnya membuka perbatasan Jalan Kelurahan Karondoran Kota Bitung Dan Desa Klabat Minahasa Utara pada Jumat (17/04) pagi tadi dimana penutupan sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu.

Penutupan pembatasan akses masuk arus transportasi kearah Kota Bitung berdasarkan surat edaran Walikota Bitung Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 atau Virus Corona yang sudah menyebar di Seluruh Indonesia dan Penutupan pembatasan tersebut dijaga ketat Pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan Kota Bitung, Sal.Pol PP dan TNI Kota Bitung.

Kota Bitung saat itu hanya membuka satu akses masuk yakni jalan Raya Manado Bitung Batas Kota Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari dan menutup jalan Tanjung Merah – Kema, jalan Karondoran – Klabat serta jalan Pinasungkulan – Likupang.

Setelah hampir dua minggu dilakukan penutupan akibat desakan masyarakat Desa Klabat maka jalan perbatasan Karondoran – Klabat yang menjadi jalur perekonomian yang mereka tutup total tersebut akhirnya dibuka dan dampak dari adanya penutupan tersebut berdampak pada pendapatan perekonomian masyarakat Desa Klabat yang sebelumnya saat ditutup mereka tidak bisa melewati jalan yang menjadi jalur jantung perekonomian masyarakat.

Banyak dampak yang dialami masyarakat yakni mereka tidak bisa pergi ke kebun mereka untuk mengambil hasil pertaniannya yang kebetulan banyak warga masyarakat mempunyai kebun di Kelurahan Karondoran dan juga masyarakat tidak bisa pergi kepasar membeli kebutuhan pokok, masyarakat juga tidak bisa pergi kerja ke Kota Bitung baik sebagai sopir angkot maupun sebagai karyawan dan juga masyarakat tidak bisa menjual hasil pertanian mereka ke pasar girian.

Aditya P Moh Saleh Salah satu Warga masyarakat Desa Klabat yang ditemui wartawan kabarmanado.com Jumat (17/04) siang mengatakan, dampak dari penutupan total tersebut semua kendaraan tidak bisa lewat dan dirinya tidak bisa mengambil hasil pertanian untuk di jual dan dibawah kepasar.

” Ya kami hanya bisa pasrah sambil berdoa agara hasil pertaniannya bisa dijual agar masyarakat tidak kekurangan pangan dimana saat ini dengan adanya pandemi virus corona masyarakat sangat membutuhkan hasil pertanian untuk bertahan hidup,” ungkap dia.

Memang kata dia, hari pertama sampai ke 4 penutupan semua akses perekonomian mati dan nanti hari ke 5 masyarakat saling membantu membuat jalan pintas lewat perkebunan agar kendaraan pengangkut hasil pertanian bisa lewat dan dibawah ke pasar girian.

” Ya karena jalan darurat ini hanya area perkebunan yang berumput dan banyak lubang – lubang, maka hasil pertanian yang kami bawah tidak bisa banyak dan ini berdampak dari penghasilan kami yang mengurang,” katanya.

Lanjut Aditya, seharusnya jangan ditutup mati jalan perbatasan tersebut karena akan berdampak pada perekonomian masyarakat dan alangkah baiknya Pemerintah Kota Bitung membuka jalan itu dengan persyaratan sama yang dilakukan di perbatasan jalan raya Manado – Bitung sehingga masyarakat bisa hidup perekonomiannya dan jangan sampai Pemerintah mematikan perekonomian warga.

” Memang dengan adanya penutupan itu, mobil angkutan kota, mobil sembako, mobil membuat hasil pertanian, BBM hingga Ambulace otomatis tidak bisa lewat dan ini sangatlah keliru,” kata dia.

Kata dia, semoga saja jalan perbatasan yang menjadi jalur perekonomian masyarakat itu tidak ditutup lagi agar masyarakat bisa bertahan hidup dan mendapatkan penghasilan dan peningkatan ekonomi.

Arman Sunah, yang juga Warga Desa Klabat Minahasa Utara ini, mengeluh dengan adanya penutupan jalan Karondoran – Klabat. Dimana kata dia, dampak penutupan masyarakat tidak bisa menjual hasil pertanian dan berbelanja kepasar dan ini sangatlah merugikan Masyarakat.

” Kami sangat menderita karena tidak bisa berbelanja sembako kepasar dan menjual hasil kebun dan ini sangat berdampak sekali bagi perekonomian keluarga yang hanya tergantung dari hasil perkebunan,” jelas Arman sambil menunjukkan hasil panen perkebunannya yang sudah siap dijual dipasar Girian Bitung.

Kata Arman, dirinya sangat bersyukur saat ini jalan sudah dibuka karena hasil perkebunannya bisa dijual dipasar dan bisa berbelanja sembako untuk bertahan hidup.

” Kami sehari – hari hanya mengandalkan hasil perkebunan untuk bisa makan dan meningkatkan perekonomian keluarga kami,” kata Arman yang juga diiyakan oleh Istrinya.

Sementara Kapolres Bitung, AKBP FX Winardi Prabowo saat ditemui wartawan kabarmanado.com di lokasi perbatasan Karondoran – Klabat Jumat (17/04) mengatakan, perbatasan jalan Karondoran – Klabat telah dibuka dan mulai besok Sabtu akan ditempatkan tim medis untuk memeriksa masyarakat yang akan keluar masuk Kota Bitung.

” Kita sudah melibatkan semua Dinas yang ada dan seizin Walikota Bitung maka mulai besok Sabtu kita akan melakukan pemeriksaan kesehatan dimana ada petugas kesehatan yang akan memeriksa suhu tubuh dan akan dipasang bilik penyemprotan anti septik sehingga masyarakat yang keluar masuk kota Bitung bisa dilakukan pencegahan penyebaran Covid-19,” ungkap Kapolres.

Kata Kapolres, penutupan sudah dilakukan satu minggu lebih dan sekarang baru dibuka.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Bitung, Richie Tinangon saat berada diperbatasan jalan Karondoran – Klabat mengatakan, memang Pos yang ada di Kelurahan karondoran Kota Bitung berbatasan dengan Desa Klabat Minut memang dulunya ditutup dan sekarang telah dibuka dengan persyaratan masyarakat keluar masuk akan diperiksa tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Bitung yang dibantu TNI dan Polri serta Dinas perhubungan yang akan berjaga disini.

” Kami dulunya hanya membuka satu pintu jalur masuk Kota Bitung dan sekarang semuanya telah dibuka dengan peryaratan kriteria yang akan dilakukan melalui protokel kesehatan Covid-19 dan semua masyarakat masuk akan diperiksa identitasnya apa maksud dan tujuannya,” ungkap dia.

Ditanya soal kenapa ditutup total seperti Lockdown untuk
jalan Karondoran – Klabat, dirinya membantah tidak ada Lockdown dan hanya ada pembatasan dan terbuka luas arus lalulintas yang masuk dan itu hanya dilakukan dijalan utama Manado – Bitung dimana dipintu utama dilakukan pemantaun, pemeriksaan, pengawasan efektif dilakukan dan jalan Karondoran – Klabat hanyalah jalan alternatif.

Dan ini surat edaran Walikota Bitung nomor 551/144/wk tertanggal 17 April 2020 tentang penangguhan pembatasan jam operasional kendaraan.