Dikda Sulut Gelar Rakor Pendidikan dan Ini Poin Penting Yang Dibahas

by


Manado, Kabarmanado.com – Dinas Pendidikan Daerah Sulut menggelar Rapat Koordinasi Pendidikan dengan pokok materi Program Sinkronisasi Mutu Pendidikan Ditengah Pandemi Covid-19, Transformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang berlangsung di Dikda Sulut Rabu (13/01/2021).

Hadir pada Rakor Pendidikan Sekretaris Dikda Sulut, Veleo Dondokambey, Kabid SMK Debbi Mamangkey, Kabid SMA Athur Tumipa, Kabid GTK Merlinda Mamesa serta dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota, Cabang Dinas, MKKS dan Pengawas, serta dihadiri oleh Komisi 4 DPRD Prov Sulut, LPMP Sulut, Kepala BP Paud, dan LPTK (Unima).

Rapat dilakukan secara terbuka dengan memperhatikan protokol Kesehatan Covid-19 dan disaksikan seluruh stakeholder Pendidikan melalui live streaming youtube Dikda Prov Sulut.

Diakhiri Rapat Koordinasi Pendidikan dilanjutkan juga dengan Penandatanganan Pakta Integritas Kepala Cabang Dinas di 15 Kabupaten/Kota.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah ( Dikda ) Sulut, dr Grace Punuh M.Kes menyampaikan, banyak hal yang dibahas dalam rakor ini terutama dalam menjaga mutu pendidikan ditengah pandemi Covid-19.

“Bulan Maret ini harus ada terobosan terutama dimasa pandemi agar mutu pendidikan tidak turun dan ini adalah tantangan kita bersama untuk membuat itu,”ungkap Punuh.

Lanjut Kadis Punuh, sambil mengajak agar peran guru, Kepsek dan pengawas lebih ditingkatkan dan ini yang terpenting dalam pandemi covid-19.

“Mari kita bergandengan tangan dengan bersama – sama membangun dunia pendidikan di Sulut agar lebih baik,”harap Punuh.

Kadis Punuh juga mengajak agar seorang guru harus bekerja lebih profesional dengan menghasilkan terobosan baru dimasa pandemi Covid-19 ini.

“Memang sistem belajar daring dan luring saat ini masih sangat dibutuhkan dan sinergitas Dinas Pendidikan Kabupaten kota juga sangat diperlukan ,”ungkap Punuh.

Khusus kegiatan belajar tatap muka kata Punuh disesuaikan dengan kondisi Daerah masing – masing dan harus juga ada persetujuan Pemerintah Daerahnya.

“Memang kondisi trend kasus Corona di Daerah tersebutlah yang lebih tahu,”Jelas Punuh.(Kifli).