Dikda Sulut : Sekolah Dalam Mengelola DAK Fisik Jangan Menyalahi Aturan

by


Manado – Dinas Pendidikan Daerah ( Dikda ) Sulut menggelar rapat koordinasi Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Fisik 2020 bagi Kepala Sekolah SMK, Komite Sekolah, P2S & Fasilitator yang berlangsung selama 9 hari yang dibagi dalam 3 tahap sejak Selasa 28 Juli Hingga 8 Agustus 2020 bertempat di Ruang SDM Dikda Sulut dan salah satu Hotel di Manado.

Kegiatan dibagi tiga tahap dikarenakan saat ini masih suasana pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan semua peserta diwajibkan menjalani rapid tes Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah ( Dikda ) Sulut, dr Grace Punuh MKes melalui Pelaksana teknis DAK pada bidang SMK, Ricky Lembong ST SP.d MP.d mengatakan, pengelolaan proyek DAK Fisik jangan sampai salah penggunaaan dengan tidak sesuai aturan karena akan menjadi temuan.

“Semua mengacu pada Perpres nomor 88 tahun 2019 tentang pentunjuk teknis dan Permen nomor 11 tahun 2020 tentang petunjuk oprasional,” jelas dia.

Kata dia, Konsistensi sangat penting sekali dalam pengerjaan proyek DAK Fisik ini dan jangan sampai pengerjaan dan laporan berbeda dimana bahan yang digunakan kualitasnya tidak baik tetapi dalam laporan baik.

“Ada temuan lalu di sekolah mengurangi luasan minimum yang sudah ada dan ini jangan sampai terjadi lagi dan para Kepsek harus memperhatikan itu,” tegasnya.

Lanjut dia, sebenarnya di MoU kalau tidak melaksanakan sesuai ketentuan maka Dikda bisa menahan tahapan pencairan berikutnya.

Kata dia, Jangan sampai juga ada Kepsek yang berbelanja sendiri tidak melibatkan P2S karena dalam aturan P2S saat pembangunan dia meminta izin membeli bahan dan kepsek tugasnya hanya mengizinkan saja , jangan sampai Kepsek yang berbelanja sendiri
Ini sudah melenceng dari mekanisme yang ada.

Harga satuan tidak sesuai dengan permendikbud bahwa harga satuan yang dikeluarkan adalah dinas terkait diman adalah dinas PU bisa pakai PU provinsi dan kabupaten kota