Diprotes Warga Khonghucu, Wali kota Manado Tambah Agama Khonghucu Pada Replika Design Keberagaman

by

Manado – Setelah ditemui Wenshi (Ws) Sofyan Jimmy Yosadi, SH. Pimpinan tertinggi Dewan Rohaniwan / Pimpinan Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) seluruh Indonesia & Ketua Tim Hukum & Advokasi MATAKIN Seluruh Indonesia dan juga selaku Pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Sulawesi Utara, maka Wali kota Manado dengan cepat dan tanggap merubah Replika Design Keberagaman dengan menambah agama Khonghucu didalamnya.

Sofyan Jimmy Yosadi, bersama Wali kota Manado GSV Lumentut di Balai kota.

“Memang beberapa hari yang lalu, kami umat Khonghucu terkejut dengan design penggambaran kerukunan umat Beragama di kota Manado sebagai kota paling Toleran di Indonesia, menurut Setara Institute, ternyata design tersebut hanya lima agama tanpa Khonghucu. Juga posisi tokoh agama & rumah ibadah juga keliru,” jelas Yosadi.

Kata dia, tujuan ketemu Wali kota Manado, Vecky Lumentut yakni umat khonghucu memprotes Replika Design Keberagaman yang dibuat Pemkot Manado dalam rangka HUT kota Manado dan suksesnya kegiatan Manado Fiesta 2019 yakni hanya 5 agama tanpa agama khonghucu.

“Kemarin sore setelah menunggu cukup lama di kantor Wali kota, setelah Wali kota Manado keluar dari ruang sidang paripurna DPRD kota Manado, saya menemuinya dan beliau cepat merespon dengan menyatakan bahwa design tersebut segera dirubah dan dilengkapi dengan menambahkan visual agama Khonghucu, baik rohaniwan Khonghucu serta menempatkannya di depan Rumah ibadat Khonghucu yakni Klenteng. Sedangkan sosok penggambaran rohaniwan Buddha yakni Bhikku akan dibuatkan replika candi atau stupa & Vihara.

Kata dia, mereka sangat berterima kasih kepada Walikota Manado Dr. GSV Lumentut yang sangat baik menerima usul saran & protes umat Khonghucu, dan beliau sibuk dan tentu saja bukan kemauan Walikota tapi ketidak tahuan bawahannya. “Jika tidak diperbaiki maka hal ini justru akan mencoreng wibawa pemerintah kota Manado,” kata dia.

Lanjut dia, Visual yang hanya menggambarkan 5 agama adalah paradigma lama diskriminasi ala rezim orde baru. Apalagi replika design tersebut berkaitan dengan HUT Kota Manado dan suksesnya kegiatan Manado Fiesta 2019 dimana umat Khonghucu sangat mendukung serta ikut dalam kegiatan tersebut diantaranya parade & persiapan pengucapan syukur yang diadakan di halaman Klenteng Kongzi Miao di Kampung Cina Manado.

Editor: Ishak Kusrant
Penulis: Zulkifli Madina

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.