Ditahan Polda Sulut, HJ Bakal Melapor ke Mabes Polri

by
AKBP Iwan Permadi, Kasubdit Cyber Crime Polda Sulut. (Foto: Ishak Kusrant/ kabarmanado.com)

Manado – HJ alias Hendar mantan anggota Polri Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, Rabu (25/7/2018), ditahan penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulut.
Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Sulut AKBP Iwan Permadi mengatakan, HJ terlibat dalam kasus pencemaran nama dan dikenakan Undang-undang ITE yang dilaporkan oleh salah satu petinggi partai politik.
Iwan mengatakan, HJ ditangkap di Polda Sulut setelah sebelumnya dipanggil selama dua kali untuk menghadap dan mangkir dari panggilan sehingga hari ini kita tangkap dan amankan dan kita tahan di Polda Sulut sambil menunggu koordinasi dari pihak Kejaksaan. “Yang bersangkutan kita perlakukan seperti itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Di jalan kita sempat berpepetan dan yang bersangkutan hampir menabrak mobil reserse berwarna hitam di sekitar daerah winangun hingga ke Polda Sulut. Dalam penangkapan kita melibatkan anggota reserse dan sejumlah anggota Sabara bersenjata lengkap untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” tambah Iwan.
Sementara itu, HJ saat dikonfirmasi membantah perkataan AKBP Iwan Permadi yang mengatakan sempat berpepetan dan hampir menabrak mobil penyidik. Menurut HJ, dirinya tiba di Polda Sulut sekitar jam 11 siang dan sekitar jam 12 lewat langsung dibawa ke penyidik dengan tangan diborgol.
HJ mengatakan, menyesalkan sikap penyidik yang memperlakukan dirinya seperti tahanan kasus luar biasa, seperti teroris dan korupsi apa lagi melibatkan sejumlah personil Polda Sulut bersenjata lengkap. “Saya datang di Polda Sulut baik-baik dan dibilang ditangkap. Saya juga sudah menyampaikan ke penyidik melalui pesan singkat melalui telepon seluler bahwa akan datang ke Polda, tapi diperlakukan seperti ini. Ini sikap arogansi memperlakukan saya seperti itu, apa lagi kasus ini masih harus dibuktikan di pengadilan,” ujar dia sambil menambahkan, akan menghadapi kasus itu serta melaporkan sikap penyidik ke Propam Polda Sulut dan Kadiv Propam Mabes Polri.
Dia bahkan mengatakan, lebih baik dirinya ditembak saja daripada diperlakukan seperti itu.
HJ disangkakan oleh penyidik Subdit Cyber Crime dalam pasal 27 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Kamis (26/7/2018) ini, HJ diserahkan ke penyidik Kejaksaan karena sudah masuk P21 atau tahap dua.

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.