Ditresnarkoba Polda Sulut Ungkap 3 Kasus Dalam 4 Hari

oleh -78 views


Manado, kabarmanado.com – Polda Sulut terus memaksimalkan kinerjanya dalam memberantas penyalahgunaan obat keras, peredaran gelap narkotika dan minuman keras berjenis cap tikus.

Berdasarkan data yang di peroleh, Ditresnarkoba Polda Sulut berhasil mengungkap 3 kasus. Terdiri dari narkoba jenis shabu, obat keras Trihexypenidil dan pengedaran gelap miras jenis captikus.

“Kasus ini diungkap ditres narkoba selama kurang lebih 4 hari dari 21-24 november berdasarkan 6 laporan polisi,”ungkap Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers, Sabtu (28/11/2020).

Abast menjelaskan, pengungkapan diawali dengan penangkapan terhadap 4 tersangka berinisial A.L, A.P, D.B dan R.C.L, Sabtu (21/11/2020) di Paal 2, Kota Manado. Dari keempat tersangka didapati barang bukti berjenis sabu.

Sehari kemudian, Minggu (22/11/2020) malam, di Wenang, Kota Manado, petugas kembali mengamankan Lelaki F.A. Pada tersangka F.A ditemukan barang bukti 1 paket kecil narkotika berjenis sabu.

“Pelaku F.A alias I membeli narkotika jenis sabu tersebut dari lelaki A yang merupakan narapidana di salah satu lapas di Sulawesi Utara,”jelas Abast.

Di hari yang sama, menanggapi informasi dari masyarakat Ditres Narkoba Polda Sulut berhasil mengamankan pelaku S.D alias A di Tuminting, Kota Manado. pada pelaku S.D ditemukan barang bukti obat keras jenis Trihexypenidil sebanyak 846 butir.

“Obat keras ini di beli secara online juga seperti kasus yang sebelumnya. Untuk itu kami juga menyita barang bukti elektronik milik tersangka agar bisa dilakukan pendalaman untuk mencari pemilik akun obat terlarang tanpa izin ini,”tegas Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kasus ketiga, pada Selasa (24/11/2020) di jalan Trans Sulawesi Amurang.Minsel, Ditres Narkoba Polda Sulut mengamankan pelaku R.B alias Cen saat hendak mengedarkan miras ke Provinsi Gorontalo. Ditemukan barang bukti minuman keras jenis cap tikus sebanyak 4.965 liter

Dirnarkoba Polda Sulut AKBP Indra Lutrianto mengatakan, tingkat kriminalitas yang tinggi di Sulawesi Utara yaitu penganiayaan yang disebabkan oleh minuman keras.

“Kami telah memberikan himbauan kepada jajaran di polres-polres, untuk melakukan penangkapan bagi para penjual cap tikus tanpa ijin,”tandasnya.(Aldy)



tenor

No More Posts Available.

No more pages to load.