Dituntut 1 Tahun 3 Bulan, FIFGROUP Berharap Hakim Hukum Berat Terdakwa Buyung

by
Terdakwa Ricky Hendy Buyung (tengah) saat ditangkap Tim Resmob Polresta Manado 15 Desember 2018 silam. (Foto: Istimewa).

Manado — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Manado Merry Christine Rondonuwu SH, menuntut Terdakwa Ricky Hendy Buyung  1 Tahun 3 Bulan Penjara, dalam kasus penadahan motor kredit milik FIFGROUP Manado, di pengadilan negeri Manado dalam sidang pembacaan tuntutan JPU pada Selasa (2/4/2019).

Menurut dakwaan JPU Merry Christine Rondonuwu, bahwa perbuatan terdakwa yang memberi bantuan dengan mengalihkan objek Jaminan Fidusia mengakibatkan pihak penerima Fidusia yaitu PT. Federal International Finance (FIF) mengalami kerugian sebesar Rp. 831.835,370,- (delapan ratus tiga puluh satu juta delapan ratus tiga puluh lima ribu tiga puluh tujuh rupiah).

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana tersebut dalam pasal 36 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia Jo pasal 56 ke-1 KUHPidana,” ucap Rodonuwu di Pengadilan Negeri Manado.

Sementara itu, Kepala Cabang FIFGROUP Manado Yohanis Batara Randa, menyayangkan putusan JPU yang hanya Menuntut 1 tahun 3 bulan kepada Ricky Hendy Buyung padahal diketahui perbuatan terdakwa sudah merugikan pihak FIFGROUP Manado dan dilakukan berulang kali

Menurut Batara, harusnya terdakwa dituntut lebih berat agar ada efek jerah, sehingga orang lain tidak meniru perbuatan terdakwa dikemudian hari.

“Kami menghormati putusan JPU, dan berharap pada sidang Putusan nanti yang akan digelar Selasa pekan depan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manado bisa menghukum terdakwa lebih berat dari Tuntutan JPU,” ungkapnya.

Seperti diketahui dalam dakwaan JPU, bahwa terdakwa sudah sering melakukan pembelian kendaraan sepeda motor yang masih berstatus kredit tanpa persetujuan tertulis dari pihak Finance dan terdakwa tidak melanjutkan pembayaran cicilan sepeda motor yang selanjutnya terdakwa menjual lagi sepeda motor tersebut kepada orang lain, dimana hal ini dilakukan terdakwa sudah sejak tahun 2016.

Dan sejak tahun 2016 sampai sekarang terdakwa sudah membeli dan menjual sepeda motor yang masih berstatus kredit pada PT. Federal International Finance (FIF) tanpa persetujuan dari pihak FIF sekitar 20 sepeda motor merk Honda dengan berbagai macam jenis.

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.