Diwakili Kacabdin Minut – Bitung, Dikda Buka Sosialisasi Sekolah Penggerak di Bitung

by


Bitung, kabarmanado.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Utara menggelar sosialisasi sekolah penggerak bagi pimpinan PAUD, Kepala SD, SMP, SMA dan SLB Se- Kota Bitung yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kota Bitung pada Rabu (17/02).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut yang diwakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Minut- Bitung, Drs Ernest Emor MSi .

Hadir juga Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Sulawesi Utara, Febri Dien ST M.Inf Tech, Mantan Kepala LPMP Sulut, Dr Florens Panungkelan SE MPd, Kepala Dinas Pendidikan kota Bitung, Julius Ondang SPd MSi, Kasie SMA Cabdin Minut- Bitung, Annie Alow.

Kegiatan tersebut dilakukan juga secara Virtual yang tersambung langsung dengan Kemendikbud yang menjadi pemateri dari Dirjen GTK bapak Asga dengan materi mekanisme program sekolah penggerak.

Dalam sosialisasi juga diputarkan Video dukungan penuh dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE dimana beliau menjelaskan tentang Sekolah penggerak yang hanya didapat di 3 Kabupaten dan Kota di Sulut yakni Kota Manado, Kota Bitung dan Boltim dan siap untuk mengsukseskannya termasuk upaya membantu pendanaan melalui APBD Provinsi dalam penyatuan pembangunan serta siap melahirkan Sumber Daya Manusia untuk mencapai sasaran.

“Kita harus menjadi SDM yang handal menjadi penggerak untuk membangun dunia pendidikan di Sulut,”Harap Gubernur.

Hal yang sama diutarakan Wakil Walikota Bitung yang juga Walikota Bitung terpilih ini, Maurits Mantiri. Dalam Videonya menyampaikan dukungan penuh terhadap sekokah penggerak.

“Sekolah penggerak sangatlah baik dan kami Pemkot Bitung sudah menyiapkan anggarannya tahun 2021 ini,”jelasnya.

Kata beliau, sekolah penggerak dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia khususnya di Kota Bitung.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut yang diwakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Minut- Bitung, Drs Ernest Emor MSi yang membuka kegiatan tersebut menyambut baik program dari Pemerintah Pusat melalui LPMP Sulut.

“Program ini sangatlah baik sekali untuk mebingkatkan mutu pendidikan di Sulut,”ungkap Kacabdin.

Kata Kacabdin sambil mengajak agar semua Sekolah mendaftar ikut seleksi Sekolah Penggerak karena dampaknya sangatlah baik bagi pengembangan Kepsek dan guru di Sekolah tersebut.

“Ayo semua Sekolah khususnya di Bitung ikut mendaftar agar peningkatan mutu pendidikan disekolahnya naik dan anggaran pun akan dibantu Pemerintah Pusat maupun Daerah,” imbau Kacabdin.

Sementara melalui Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Sulawesi Utara, Febri Dien ST menyampaikan, sambil mengajak agar para Kepsek bisa mendaftar ikut seleksi sekolah penggerak yang akan berakhir pada 6 Maret dan mulai 1 juli sudah mulai program ini.

” Seleksi akan dilakukan secara transparan dan di Indonesia akan dipilih 2500 Sekolah Penggerak dan para Kepsek diharapkan agar
melakukan pendaftaran dan harus mempersiapkan dengan baik agar bisa lolos,”ungkapnya.

Kata Febri, LPMP Sulut akan membantu mendampingi selama proses pendaftaran.

“Sekolah penggerak akan menjadi sesuatu yang berbeda dengan sekolah lain dimana Sekolah penggerak dapat mempercepat mewujudkan visi pendidikan di indonesia dan Kepsek dan guru dapat peningkatan kompetensi melebihi sekolah lain dan akan menjadi sekolah digital serta menjadi panutan sekolah lain dan juga akan memperoleh anggaran tambahan,”Kata dia.

Lanjutnya, Komitmen para kepsek sangat diperlukan dan harus mampu dan akan mendapatkan pendampingan dilatih dengan dilengkapi sarana dan prasarana

“Ini akan Focus pengembangan siswa secara holistik SDM yang unggul akan dilahirkan mulai Kepsek, guru dan siswa,” jelasnya.

Dijelaskannya, Pembelajaran nanti akan berpusat pada murid dan guru akan menjadi pendorong dan tidak menjadi satu-satunya ilmu dan guru menjadi mentor

“Guru akan mendapatkan perbaikan dalam hal pembelajaran akan direfleksi apakah sudah sesuai atau tidak selama dia mengajar,”kata dia.

Program Sekolah penggerak Lanjutnya akan berjalan selama 3 tahun dan akan didampingi dan diberikan pelatihan dan setiap kepsek didampingi satu orang pendamping dan tidak ada mutasi bagi Kepsek dan guru kalau sudah menjadi sekolah penggerak.

“Semua sekolah akan menjadi sekolah penggerak nantinya dan itu kembali pada kepsek masing-masing dan diharapkan semua sekolah penggerak menjadi Akselerasi,”ungkapnya.

Ditambahkannya, Pengembangan kompetensi dan karakter akan diterapkan dan Sekolah penggerak akan berbasis perencanaan dan tidak ada program yang muncul tiba – tiba.

Sementara narasumber dari Kemendikbud yang dibawahkan oleh bapak Asga dengan materi mekanisme program sekolah penggerak menyampaikan, keunggukan sekolah penggerak sangatlah banyak.

“Para siawa bisa berkembang sesuai minat dan bakatnya dan guru dan kepsek meningkat kompetensinya,”jelasnya.

“Para Kepsek dan guru mempunyai komperensi tersendiri ini target kami dimana mereka mendapat kehalian khusus untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya,”ungkapnya.

“Kemendikbud akan mendampingi dimana pelatih ahli akan mendampingi bagi pengawas sekolah, pendidikan, kepsek dan guru dan ada 5 – 7 sekolah penggerak didampinggi 1 pelatih ahli,”tutupnya.

Kegiatan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan baik memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna memutus penyebaran Covid-19.(Kifli).

tenor