FH Unsrat Gelar Kompetisi Debat Konstitusi Diikuti 24 Universitas Se-Indonesia Timur

by

Manado – Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia 2019, Tingkat Regional Indonesia Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 24 Perguruan Tinggi dan digelar di Auditorium Unsrat Manado pada Kamis (11/4/2019).

Dekan FH Unsrat Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH bersama narasumber seminar dan peserta Kompetisi Debat Konstitusi (Foto: Ishak Kusrant).

Dekan FH Unsrat Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH mengatakan, kepercayaan Konstitusi tingkat Nasional Wilayah Timur diberikan amanat yang harus dijalankan, tetapi sebelumnya ragu untuk menggelar kegiatan ini, dan hari pertama dibuka dan diawali dengan Seminar Nasional yang mengambil tema ‘Peranan Hukum Dalam Pembangunan Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0 ‘. Para narasumber yang hadir adalah mantan Wakil Ketua MK tahun 2013 yang juga anggota Dewan Etik Hakim Konstitusi periode 2018-2021, Prof Dr Achmad Sodiki SH dan mantan Rektor Unsrat Manado, Prof Dr Donald A Rumokoy SH MH dengan moderator Dekan FH Unsrat Dr Flora Kalalo SH MH.

“Dari 55 tim yang ada, sebanyak 24 perguruan tinggi berhasil lolos dari eliminasi yang siap berkompetisi di tingkat Regional Timur. “Final pada hari Sabtu nanti berlangsung di Fakultas Hukum. Kompetisi debat yang diikuti mahasiswa Fakultas Hukum ini sebagai upaya untuk menyeimbangkan teori dan praktik terkait hukum dan konstitusi, ”ungkapya.

Dekan FH Unsrat Dr. Flora Pricilla, Kalalo, SH. MH. Mengirim Seminar Cendramata ke Narasumber (Foto: Ishak Kusrant).

Kalalo yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor 2 Unsrat ini diajukan soal juara memang jadi idaman. “Tapi Bukan Segalanya. Paling penting mereka punya pemahaman soal konstitusi itu sendiri, ”terang Flora.

Kalalo mengatakan kompetisi akan berlangsung hingga Sabtu (13/4/2019) besok dan sebanyak 55 Tim dari 57 yang lolos seleksi akan mengikuti ajang kompetisi bergengsi ini.

Debat ini merupakan pertarungan yang berkualitas yang dapat mengasumsikan generasi muda melalui metode diskusi aktif dan debat yang digagas Mahkamah Konstitusi (MK) diharapkan dapat membangun sebuah bangunan dan mengembangkan baru dalam menyelesaikan masalah bangsa.

Dalam kegiatan itu Kalalo juga meminta agar siswa dan masyarakat tidak melakukan Golput pada Pemilu mendatang, karena sebagai warga negara kita harus melakukan itu untuk memilih dan menentukan nasib bangsa ini kedepan.

“Dalam Pemilu kita harus mengundang warga negara yang baik, itu mewakili amanat konstitusi yang harus kita ikuti, tidak Golput dan menggunakan hati nurani dalam memilih,” tandasnya.

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.