FinTech Masuk Kampus, Sulut Jadi Target Pasar 2020

by

Manado- RecTra Consulting bekerjasama dengan Universitas Sam Ratulangi Manado , menggelar Seminar tentang program inklusi keuangan dan literasi teknologi Finansial (FinTech).

Melalui acara Seminar Nasional dengan mengusung tema “FinTech: Tantangan dan Peluang bagi Industri Keuangan dan Pelaku UMKM di Kawasan Timur Indonesia.” Paulina Pietersz dari Goena , Eric Fernando dari Doit dan Ladang Modal oleh Peter Fabian sebagai pembicara pada Seminar.

Ini berlangsung Gedung Serba Guna Fakultas Ekonomi Unsrat Manado ,Jumat (17/012020) siang.

Eric Fernando dari Doit mengatakan, Fintech yang ada menjanjikan banyak kemudahan bagi kita semua untuk melakukan kegiatan bisnis serta transaksi finansial.

Lebih lanjut Eric berkata tidak semua produk FinTech Peer-to-Peer (P2P) Lending diciptakan sama. Masih ada sejumlah produk FinTech berupa Pinjaman Online, atau “PinJol”, yang tidak diakui legalitas resminya oleh Otoritas Jasa Keuangan.

“Kami datang untuk menawarkan kepada Mahasiswa program Doit Studen Ambasador pembayaran SPP berbaiskan Fintech dan juga Program kepantian kegiatan Kampus oleh Mahasiswa yang bisa berkerja sama Doit,” jelas Erik.

Kata dia, saat ini di Sulut sudah mencapai 2000 UMKM yang telah dibiayai oleh Doit dari PT Glotech Prima Vista.

Paulina Pietersz dari Goena PT Dynamic Credit Asia mengtakan Hingga akhir tahun 2019, OJK telah merilis 164 nama aplikasi FinTech legal yang aman digunakan oleh masyarakat luas terutama kalangan UMKM.

Ditambahkannya ,masih ada lebih dari 1.200 produk Pinjaman Online ilegal yang telah terbukti banyak meresahkan dan merugikan masyarakat.

Lebih Lanjut Paulina menjelaskan bawa Pinjaman Online ilegal mulai potongan pinjaman yang sangat besar, penyebaran dan penyalahgunaan data pribadi nasabah, tingkat bunga yang tidak manusiawi, metode penagihan yang barbar.” Ini semua tela menimbulkan dampak sosial dan dampak psikologis yang besar di tengah masyarakat.

” Untuk bagi pelaku usaha nanti bisa mengecek ke OJK mana yang layak menjadi mitar usaha ,” ujar Paulina

Sementara itu Ladang Modal PT Digital Yinahan Technologi, Peter Fabian mengatakan Kegiatan Road Show Edukasi & Sosialiasi FinTech bagi masyarakat Indonesia, khususnya para mahasiswa dan pelaku UMKM yang ada di Sulut, sebagai kalangan pengguna produk FinTech terbanyak di industri keuangan sangat penting dilakukan.

“Mahasiswa lulus nanti dan jadi sarjana sudah mampu untuk membangun suatu usaha baru yang bisa menghasilkan keuangan yang lebih baik,” ujar Peter yang memberikan motivasi Mahasiswa dan pelaku usaha.

Road Show Sulawesi ini meliputi tiga kota sekaligus, Kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan dengan sukses pada tanggal 15 Januari 2020 di Universitas Negeri Gorontalo dan tanggal 13 Januari 2020 lalu di Universitas Hasanuddin Makassar. RecTra Consulting menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya pada OJK, para institusi pendidikan tinggi, pihak industri keuangan, pers & media, praktisi UMKM, dan kalangan masyarakat umum yang telah berperanserta dalam kegiatan inI. (Roni)