GCDS Serukan Politik untuk Keadilan dan Perdamaian

by
Festival Keragaman GCDS tahun 2018 yang dilaksanakan, Sabtu (15/12/2018) di Manado.

Manado – Gerakan Cinta Damai Sulut (GCDS) sukses menggelar Festival Keragaman tahun 2018, Sabtu (15/12/2018), di Kawasan Megamas Manado. Dalam kesempatan itu, GCDS mengeluarkan seruan terkait keragaman dan momentum politik tahun 2019.

“Kepada para peserta pemilu agar mengedepankan etika politik yang menghargai dan menghormati keragaman; tidak mengeksploitasi simbol dan emosi-emosi, agama, suku, ras serta gender, tetapi justru mengutamakan gagasan dan program yang berkualitas untuk keadilan bagi rakyat,” ujar Penasehat GCDS, Jull Takaliuang saat membacakan pernyataan sikap bersama puluhan lembaga yang tergabung dalam GCDS.

Dalam kesempatan itu, Jull didampingi Koordinator GCDS, Yoseph E Ikanubun, Sekretaris Linda Setiawati serta sejumlah pengurus lainnya seperti Mardiansyah Usman, Taufani, Susan Mengko, Asri Rasyid, Muhammad Abbast, Nurhasanah dan JaesikaTamboto.

GCDS juga menyerukan kepada penyelenggara pemilu agar menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi demi Pemilu yang berkualitas. Selain penyelenggara Pemilu, peran pemimpin agama juga menjadi perhatian GCDS. “Kepada pemimpin-pemimpin agama dan komunitas-komunitas budayaagar memberi teladan, memberi pencerahan kepada umat dan anggota komunitas untuk secara arif dan bijaksana berpartisipasi dalam semua dinamika politik,” ujar Jull sambil berharap publik tidak mudah terprovokasi oleh hoaks dan ujaran kebencian.

Pada poin berikutnya, GCDS menyerukan kepada para pekerja media agar menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab meliput, menulis dan menyiarkan berita yang independen dan mencerdaskan sesuai prinsip-prinsip jurnalisme. ”Menjadi penjaga ‘kebenaran faktual’ demi fungsi kontrol dan edukasi politik yang berkualitas,” papar Jull.

Pembacaan seruan ini merupakan puncak dari pelaksanaan Festival Keragaman tahun 2018. Sebelumnya, Syamsul Ulum dari Jemaat Ahmadiyah Manado ikut menyampaikan orasi kebangsaan. Beberapa penampilan seni dan budaya ikut mengisi event tahunan tersebut. Antara lain tarian daerah Bali yang dibawakan mahasiswa Hindu Unima yang tergabung dalam Perada, serta penampilan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Bela Indonesia (KBI) Sulut, Duta Damai, dan Forum Indonesia Muda (FIM).

Event tahunan yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2016 ini turut dihadiri dan diawasi Pimpinan Bawaslu Manado, Heard Runtuwenen, serta puluhan personil Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dari beberapa kecamatan di Manado.

Penulis: Ron RJM

tenor

One thought on “GCDS Serukan Politik untuk Keadilan dan Perdamaian

Leave a Reply

Your email address will not be published.