GSMS 2019, SMKS Kristen 1 Tomohon Tampilkan Hasil Seni Rupa Berkelas Dunia

by

Manado – Dinas Pendidikan Daerah Sulut sukses menggelar pagelaran seni dan budaya dalam pameran dan pementasan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2019 yang diselenggarakan di Ruang SDM Dikda Sulut pada Jumat (13/12).

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace Punuh membuka kegiatan tersebut dan pagelaran seni dan budaya dari 21 Sekolah SMA dan SMK serta SLB Se-Sulut ini merupakan program gerakan seniman masuk sekolah.

Pada GSMS kali ini, ada dua sekolah yang memamerkan hasil karya seni rupa yang sudah berkelas dunia yaitu salah satunya adalah SMK Swasta Kristen 1 Tomohon.

Terlihat banyak hasil karya siswa yang dipajang yang terlihat sangatlah indah, bernilai tinggi dan berkelas dunia dan Kepala Dinas Pendidikan Daerah, dr Grace Punuh MKes saat meninjau terbuat kagum dengan hasil karya para siswa tersebut.

Menurut Kadis Dikda Grace Punuh, apa yang dihasilkan pada program GSMS sangatlah luar biasa dan para siswa dapat menuangkan bakat mereka.

” GSMS adalah suatu program yang sukses mendidik para siswa dwngan banyak hasil karya yang dihasilkan,” kata Punuh.

Punuh berharap, apa yang didapat mereka menjadi modal sekolah maupun siswa bisa terus berkreasi sehingga menjadi nilai jual yang tinggi.

Menurut Benyamin Suryo Pambudi pelatih seni disekolah tersebut mengatakan, selama 3 bulan diajarkan mulai dari bulan Agustus para siswa dangatlah antusias dan tertarik mengikuti pelajaran seni ini.

” Mereka diberikan media untuk menggambar sendiri dan media yang digunakan adalah kertas yang sudah dianggap tidak berguna bisa dijadikan berguna dan juga bahan lainnya,” jelas Suryo.

Kata dia, ada 15 siswa yang diajarkan dan sebagai anak SMK haruslah banyak berkreativ.

” Sebagai seorang seniman kita harus banyak belajar mengikuti perubahan,” jelasnya.

Lanjut dia, ini adalah disebut painting ilustrasi bermain dwngan memakai imajinasi dwngan bebas berkreasi.

” Sebuah karya haruslah ada nilai jual yang tinggi karena di zaman sekarang anak SMK harus ada visi kedepan dimana harus ada karya yang dikoleksi,” jelasnya.

Pada pelatihan yang diberikan pada mereka kata dia, suda 24 kali pertemuan dan dirinya berharap bisa menanamkan benih pada siswa agar mereka bisa berguna menghasilkan karyanya.

Sementara itu Kepala SMK Swasta Kristen 1 Tomohon, Altje S Lius SPd MPd mengatakan, akan meningkatkan dan meningkatkan minat siswa untuk pengembangan diri dan mereka dapat menjadi tutor untuk siswa yang lain.

“Mereka semua masih kelas 10 yang dibor dan ini berpeluang para siswa ini bisa menuangkan ilmu mereka kepada para siswa yang lain,” harapnya.