Hasil Karya SMAN 1 Kalawat Di GSMS Jadi Perhatian Kadis Punuh

by

Manado – Dinas Pendidikan Daerah Sulut sukses menggelar pagelaran seni dan budaya dalam pameran dan pementasan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2019 yang diselenggarakan di Ruang SDM Dikda Sulut pada Jumat (13/12).

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace Punuh membuka kegiatan tersebut dan pagelaran seni dan budaya dari 21 Sekolah SMA dan SMK serta SLB Se-Sulut ini merupakan program gerakan seniman  masuk sekolah.

Pada GSMS kali ini, ada dua sekolah yang memamerkan hasil karya seni yang bernilai tinggi yaitu salah satunya adalah SMA Negeri 1 Kalawat Minahasa Utara yang saat ini dipimpin oleh Shtepane Punuh S.Pd.

Hasil karya seni mereka yaitu 31 lukisan yang menyerupai gambar aslinya terlihat pada pajangan yang tertata rapi yang mereka lukis adalah para pejabat tinggi di Sulut baik Gunernur, Wakil Gubernur beserta istri dan Kepala Dikda Sulut, maupun para guru dan juga Kepala Sekolah.

Menurut Kadis Dikda Grace Punuh, apa yang dihasilkan pada program GSMS sangatlah luar biasa dan para siswa dapat menuangkan bakat mereka dan saat ini terlihat hasilnya yang sangat luar biasa.

” GSMS adalah suatu program yang sukses mendidik para siswa dengan banyak hasil karya yang dihasilkan,” kata Punuh.

Punuh berharap, apa yang didapat mereka menjadi modal sekolah maupun siswa bisa terus berkreasi sehingga menjadi nilai jual yang tinggi.

Sementara Menurut Elbamun L Mingkid pelatih seni disekolah tersebut mengatakan, ada 16 siswa yang dilatih selama 3 bulan dan para siswa diajarkan sejak dari bulan Agustus lalu.

” Para siswa dangatlah antusias dan tertarik mengikuti pelajaran seni ini dan bakat mereka bisa tersalurkan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, selama.latihan mereka diajarkan arsiran mulai dari pinsil gambar 2b sampai 8b, elips tentang lingkarang yang dilihat dari berbagai arah dan ini adalah dasar teori.

” Potret diri sendiri dengan mengambil foto dan memotret para teman, guru, maupun Kepsek agar bisa dituangkan dalam lukisan,” jelasnya.

Kata dia, selama kegiatan, ada 27 kali pertemuan dan ada 4 tahap dilakukan dalam pembelajaran kepada mereka.

” Hari ini adalah puncaknya dan hasil mereka dipajang pada pameran kali ini dan saya berharap meraka bisa menguasai gambar dan objektifitas dengan mengambar seperti aslinya atau objeknya dan terua berkarya,” ungkap dia.