Hasil Sementara Autopsi Jenazah Wabup Sangihe Akibat Penyakit Menahun

by

Tim Forensik dan Polda Sulut membawah jenazah almarhum Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong ke RS Liunkendage Tahuna untuk di Autopsi Senin (14/06) pagi. (Foto.ist).

Manado, Kabarmanado.com – Polisi akhirnya melakukan proses autopsi pada Senin (14/06) pagi terhadap jenazah Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong yang meninggal dunia dalam penerbangan Lion Air JT-740 rute Denpasar-Makassar pada Rabu (09/06) lalu.

Berdasarkan temuan awal, diduga kuat Helmud meninggal karena terkena serangan jantung saat berada di pesawat.

Hanya saja, temuan tersebut dinilai janggal oleh sejumlah aktivis, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) dan puluhan aktivis di Sulawesi Utara. Kematiannya itu terjadi di tengah Helmud sedang getol-getol menolak izin tambang emas di wilayahnya.

Dia bahkan sempat meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mencabut IUP perusahaan PT Tambang Mas Sangihe (TMS) yang sedang dipersiapkan. Surat penolakan itu telah dikirim ke Menteri ESDM sejak Februari lalu.

Untuk menjawab dan mengungkap semua persoalan tersebut maka tim Mabes Polri bekerja sama dengan Polda Sulut melalukan autopsi jenazah Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong pada Senin (14/06) pagi.

Dalam hasil jumpa pers dr Faizal Zulkarnaen menyampaikan, hasil sementara tim telah menemukan jejak adanya penyakit menahun dari organ-organ mendiang Helmud dan
soal isu-isu berkembang adanya indikasi diracun belum ditemukan.

Namun untuk memperdalam proses ini, kata dia bahwa timnya telah mengambil sampel untuk melakukan pemeriksaan toksikologi dan jaringan.

” Tim kami adalah 3 dokter forensik dan 4 asisten dan tadi pagi telah melaksanakan autopsi dengan hasil sementara kami temukan ada beberapa penyakit menahun dari organ – organ almarhum dengan isu adanya indikasi diracun pada saat pemeriksaan kami tidak temukan,” ungkapnya.

Kata dia, tim tetap mengambil sampel untuk pemeriksaan toksikologi dan jaringan organ.

” Pemeriksaan toksikologi akan kami kirimkan ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan racun dan bahan-bahan lainnya dikirim ke Makassar dan untuk pemeriksaan jaringan nanti akan kami kirimkan ke Rumah Sakit Kandouw Manado,” jelasnya.

Kata dia, ini untuk melihat apakah ada penyakit – penyakit yang memang dari gambaran di autopsi sudah terlihat dan ini lebih memastikan lagi.

Sementara itu melalui Direktur Kriminal umum Polda Sulut, AKBP Gani F Siahaan menyatakan, telah membentuk 2 tim untuk mendalami kematian Helmud Hontong. Inisiatif itu dilakukan, lanjut dia, mengingat isu bergulir liar di media sosial tentang spekulasi yang bersangkutan diracun.

“Kami bentuk dua tim, pertama penyelidikan digital forensik kemudian juga bentuk tim untuk melaksanakan penyelidikan kedokteran forensik yaitu untuk melakukan autopsi,” ungkapnya.

Gani kembali memastikan, pihak Direskrimum tetap melakukan penyelidikan adanya peristiwa pidana dalam kematian mendiang Wakil Bupati Sangihe. Dia pun meminta media tidak berspekulasi atas kematian almarhum dan menunggu hasilnya kurang lebih dua minggu lagi.(Kifli).

tenor