Hati-Hati, TPJ Siap Pidanakan Penyebar Informasi Hoaks Terkait Jokowi

by
Tim Pembela Jokowi Sulut dan Nasional bersama Seknas Jokowi. (Foto:Ishak Kusrant)

Manado – Untuk mengantisipasi penyebaran berita hoaks di media sosial dan di masyarakat khususnya di Sulut, Tim Pembela Jokowi (TPJ) dideklarasikan di Sulut. Deklarasi Tim Pembela Jokowi digelar di Kafe Kopination Tikala Manado pada Senin (23/07/2018). Hadir dalam deklarasi tersebut Koordinator TPJ Nasional, Nazaruddin Ibrahim.
Menurut Nazaruddin, tujuan Pembentukan Tim Pembela Jokowi yaitu untuk mengantisipasi dan menangkal penyebaran berita hoaks dan fitnah yang terus menerus terjadi di masyarakat terutama menjelang Pilpres tahun 2019 mendatang.
Menurut Nazaruddin, Tim Pembela Jokowi fokus untuk melakukan langkah hukum dan pembelaan di daerah jika ditemukan ada masyarakat melakukan fitnah baik melalui media sosial maupun media mainstream terhadap Jokowi yang saat ini masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Langkah hukum yang dimaksud, menurut Nazaruddin, yaitu memberikan pencerahan kepada masyarakat dan somasi, jika terdapat masyarakat yang melakukan pelanggaran hukum atau menyebarkan informasi fitnah dan hoaks terhadap Presiden Jokowi. Bahkan jika perlu hingga ke pihak kepolisian untuk melaporkan secara pidana terhadap masyarakat yang melakukan penyebaran berita hoaks. “Tugas Tim Pembela Jokowi fokus untuk advokasi dan bukan sebagai tim sukses maupun relawan, karena untuk pemenangan Jokowi di Pilpers 2019 mendatang adalah tugas dari partai pengusung maupun partai pendukung, sehingga sama sekali tim ini tidak terlibat dalam politik,” tegas Nazaruddin pada kabarmanado.com.
Sementara itu Koordinator TPJ Sulut Frangky Weku menjelaskan, pembentukan TPJ di Sulut berdasarkan rasa keprihatinan masyarakat terhadap banyaknya berita hoaks yang menyerang Presiden Jokowi. Karena itu, anggota TPJ merasa terpanggil menjadi garda terdepan dalam membela Presiden Jokowi. “Para anggota TPJ Sulut ini merupakan masyarakat yang berprofesi sebagai advokad dan hidup berkomunitas, yang mempunyai rasa keprihatinan terhadap penyebaran berita hoaks,” ujar dia.
Weku menambahkan, sosok Jokowi bukan hanya sebagai figur Presiden tapi juga tokoh masyarakat nasional yang harus dibela agar program pemerintah bisa berjalan dengan baik di masyarakat.
Di tempat yang sama Ketua DPW Seknas Jokowi Salmon Tarigan mengungkapkan, selaku pendukung TPJ mengajak masyarakat berdemokrasi dengan sehat dan memperhatikan rambu-rambu hukum. “Mari kita memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat, dengan tidak menyebarkan berita bohong atau fitnah agar Presiden Jokowi tetap fokus bekerja untuk kemajuan bangsa dan negara demi kebaikan kepada masyarakat,” ujar Tarigan.
Turut hadir dalam deklarasi TPJ tersebut, pengamat sosial dan tokoh masyarakat, pengusaha, dan sejumlah advokad.

Penulis : Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published.