Ini Arahan Presiden Jokowi Kepada Para Gubernur Melalui Video Confrence Dalam Penanganan Covid-19

by

Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE bersama Wakil Gubernur Drs Steven O E Kandouw yang turut didampingi Sekprov Sulut, Edwin Silangen melakukan Video conference serta menerima arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo.

Arahan Presiden Jokowidodo tersebut terkait sikap pemerintah dalam penanganan pandemi wabah virus corona (Covid-19) serta melakukan langkah – langkah kedepan.

Vidio conference Gubernur Olly dengan Presiden Jokowi berlangsung di Kantor Gubernur, Selasa (24/03/2020) pagi.

Gubernur Dondokambey pada kesempatan itu, kepada Presiden Jokowi memberikan laporan terhadap perkembangan penanganan covid-19 dan situasi di daerah provinsi Sulawesi Utara hingga saat ini.

Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada gubernur se-Indonesia melalui video conference juga telah mengungkapkan melarang melakukan lockdown atau karantina wilayah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Menurut Jokowi, setiap negara memiliki karakter dan budaya yang berbeda-beda.

“Kemudian ada yang bertanya, kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan ?, Kata Jokowi Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter berbeda-beda, budaya berbeda-beda, kedisplinan yang berbeda-beda. Oleh itu kita tidak memilih jalan itu (lockdown),” kata Jokowi saat video conference.

Menurut Jokowi, dirinya mengaku telah melakukan kalkulasi dan analisa yang matang terhadap negara-negara yang melakukan kebijakan lockdown. Hasilnya, Jokowi menilai menjaga jarak antarmanusia adalah kebijakan yang paling pas di Indonesia.

“Kebijakannya seperti apa semua dari Kemenlu dari Dubes yang ada terus kita pantau setiap hari. Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing menjaga jarak aman,” jelas dia.

“Kalau itu bisa kita lakukan saya yakin kita bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini,” sambung Jokowi.

Dikesempatan itu, Jokowi meminta agar semua pihak betul-betul disiplin terhadap kebijakan social distancing. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan kebijakan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah untuk menekan penyebaran corona.

“Saya baca sebuah berita, sudah diisolasi membantu tetangganya yang mau hajatan, ada yang sudah diisiolasi masih belanja di pasar, kedisplinan untuk mengisolasi yang penting,” tutur Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan, kebijakan lockdown merupakan wewenang dari pemerintah Pusat. Kebijakan tersebut tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, jumlah pasien positif corona di Indonesia berjumlah 579 orang per Senin 23 Maret 2020. 49 pasien diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan 30 dinyatakan sembuh.