Ini Harapan Dinas Dikda Pada Para Kepala Sekolah

by
Penutupan kegiatan Workshop Penguatan Kepala SMA dan SMK se-Sulut.

Manado – Penyelenggaraan Workshop Penguatan Kepala SMA dan SMK se-Sulut yang dilaksanakan sejak 24 September 2018 resmi ditutup pada Sabtu 29 Sebtember 2018 oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Daerah, Semuel Daniel Vileo Dondokambey.

“Kami memberikan penghargaan yang tinggi kepada para Kepsek karena sudah berkontribusi mengikuti Penguatan Kepala Sekolah,” jelas Dondokambey.

Dia berharap, apa yang didapat bisa diterapkan di sekolah masing – masing, sehingga dunia pendidikan bisa ada peningkatan. “Mari kita bersatu membangun dunia pendidikan di Sulut, agar lebih maju dan lebih baik kedepan,” harapnya.

Sementara itu ketua tim master trainer, Srimulyono dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) mengatakan, kepala sekolah diharapkan kembali ke sekolah mulai 1-30 Oktober 2018 bisa melakukan implementasi penerapan disekolah berdasarkan ilmu yang telah didapat. “Para kepsek kembali ke sekolah harus melakukan penerapan 8  standar nasional pendidikan yaitu kompetensi kelulusan, isi, proses, pembiayaan pendidikan, penilaian, pendidikan dan tenaga kependidikan, pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana,”ujarnya.

Dia mengatakan, Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. ” Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat,” katanya.

Srimulyono menjelaskan, kinerja para kepsek akan dimonitoring oleh Dinas Dikda Sulut dan juga akan di pantau oleh pengawas. “Perubahan sekolah sudah saatnya demi untuk meningkatkan mutu layanan pembelajaran yang diharapkan agar ouputnya akan lebih baik dari tahun sebelumnya,”tutupnya.

Ketua Panitia, Judie Manajang menyampaikan, ada 107 kepala sekolah SMA dan SMK di Sulut termasuk satu kepsek dari Parepare Sulawesi Selatan. “Kami menyiapkan master trainer ada 10 orang yaitu 6 orang dari LP2KS dan 4 orang dari Dinas Dikda Sulut,” ujarnya.

Judie berharap, akan ada banyak master trainer akan lahir juga dari sulut. “Ada juga 16 kepsek diberikan kesempatan sampai hari minggu akan mengikuti ulang materi karena mereka berhalangan izin ke Jakarta dan ibadah sabat,” ungkapnya.

 

Penulis: Zulkifli Madina

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.