Ini Trik Jevie Jane Maliangkay Mendidik Siswa Di Massa Pandemi

oleh -176 views

Manado, Kabarmanado.com – Dampak merebaknya pandemi Covid-19 saat ini mengubah pola kehidupan, termasuk kegiatan belajar mengajar. Proses belajar di sekolah dihentikan, dialihkan menjadi belajar di rumah. Proses tatap muka di kelas digantikan dengan tatap muka dan belajar secara daring atau online learning.



Walau selama ini materi kurikulum di sekolah anak-anak sudah memasukkan pembelajaran secara digital, tetapi online learning yang dilakukan di masa pandemi ini tetap terasa berbeda. Selain dilakukan setiap hari, suasana tempat belajar anak, di rumah hingga alat bantu penunjang peralatan hingga data internet mutlak harus bisa mendukung. Semua melakukan penyesuaian. Tidak hanya murid, tetapi juga para orang tua.
Tidak ada yang menyukai perubahan, apalagi perubahan yang sangat mendadak dan cepat. Hari-hari pertama diterapkan, sungguh jadi hal yang cukup menantang.  Mulai dari anak yang kesulitan menyesuaikan waktu, mood yang terganggu, penyampaian instruksi dari guru ke murid yang kadang kurang dimengerti oleh murid karena mereka tidak bisa bertatap muka secara langsung. Kendala teknis misal jaringan lambat, server down. Di sini peran orang tua yang juga harus ikut menyesuaikan diri, tidak hanya mengawasi tetapi juga sedikit banyak ikut terlibat dalam proses.
Bukan hanya Siswa saja yang mengalami kendala di Massa pandemi ini, tetapi guru yang mendidik para siswa juga terkendala akan belajar daring ini.

Jevie Jane Maliangkay, S.Pd adalah guru Produktif perhotelan yang juga Ketua Program Keahlian Perhotelan
di SMK Negeri 3 Manado ini pun menceritakan bahwa

” Dalam melaksanakan tugas pokok sebagai pendidik di masa pandemi, pembelajaran secara daring tidak bisa efektif dan maksimal, karena ada banyak kendala dalam pembelajaran secara daring,”ungkap guru yang lahir pada 9 Juni 1970 di Manado ini.

“Memang kendala belajar daring seperti lokasi rumah tidak terjangkau jaringan internet, quota internet murid minim, keterbatasan penggunaan smartphone ( Android ) tidak untuk semua siswa karena ada keluarga yang tidak mampu , siswa merasa jenuh atau bosan, Pembelajaran dominan belum interaktif dan karakter siswa sulit dipantau,”ungkapnya

Untuk tingkat SMK dengan mata pelajaran produktif kejuruan kata Maliangkay bahwa tidak hanya teori saja tapi ada praktik karena untuk jenjang SMK, pembelajaran praktik membutuhkan kehadiran siswa dan guru secara fisik di ruang praktik dengan protokol kesehatan, yang ketat, dapat juga dilakukan untuk sistem pembelajaran blended learning, Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PjBL) dimana Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar,” jelas Maliangkay.
Ditambahkannya, ada beberapa platform yang telah digunakan agar Variatif seperti Zoom, Google meet, Join.com, Lark, serta aplikasi Classdojo.

” Kedepan semoga Siswa dapat melaksanakan praktikum di sekolah dan praktek kerja lapangan {PKL) di industri karena saatnya bagi siswa untuk menerapkan memantapkan dan meningkatkan kompetensi yang melibatkan praktisi ahli yg berpengalaman dibidangnya melalui pembimbingan praktik,”Jelasnya.

Kata dia, Peserta didik juga mendapat pengalaman kerja langsung (real) di industri (Hotel) tentang iklim kerja positif, etos kerja yang tinggi, budaya K3, wawasan pekerja, produktivitas kerja yang terintegrasi dengan Project penguatan pelajar Pancasila dan Budaya kerja (P5BK) sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan.

Penulis : Julkifli Madina

tenor

No More Posts Available.

No more pages to load.