Jaringan Internet Menjadi Kendala SMAN 1 Tamako Dalam PJJ Di Masa Pandemi Covid-19

by


Para guru bersama para Siswa saat pembelajaran secara luring.(Gambar:Julkifli Madina/kabarmanado.com).

Sangihe – Kabarmanado.com – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) baik luring dan daring dimasa pandemi Covid-19 menjadi sangat ampuh dalam proses belajar saat ini.

Tetapi khusus proses belajar daring menjadi kendala kalau jaringan pun kurang baik.

Guru mengajar secara daring di Sekolah dengan keterbatasan jaringan yang kurang baik.(Gambar:Julkifli Madina/kabarmanado.com).


Hal ini dialami SMA Negeri 1 Tamako, dimana jaringan internet menjadi kendala dalam proses belajar daring saat ini.

Kepala SMA Negeri 1 Tamako, Zuzzy Happy Christiani Bingku S.Pd Rabu (04/11) mengatakan, pembelajaran daring menjadi kendala tersendiri di Sekolahnya karena jaringan sangatlah tidak baik.

“Memang jaringan internet yang ada di Sekolah maupun dirumah para siswa sangat tidak baik dan para guru harus mencari – cari tempat agar bisa mendapat jaringan dan begitu juga para siswa,” Jelas Zuzzy.

Kata Zuzzy, para siswa juga untuk mencari jaringan ada yang ke gunung maupun pantai.

“Khusus disekolah kami sangatlah membutuhkan WI-Fi internet untuk perkuat jaringan agar para guru bisa mengajar daring dengan lancar,” Jelas Kepsek.

Saat ini Kata Zuzzy pembelajaran luring ada 70 persen dan 30 persen pembelajaran daring dengan total Siswa ada 343 orang.

“Penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan para guru dan siswa saat proses pembelajaran luring guna memutus mata rantai penyebaran covid-19,”Kata Zuzzy.

“Proses belajar daring dan luring tetap terkontrol dan para Wali kelas bersama guru bidang study terus melaporkan proses belajarnya pada saya sebagai Kepsek setiap hari Senin sesudah ibadah bersama di Sekolah,”Ungkap Zuzzy.

Sementara melalui Wakil Kesiswaan yang juga Guru Bahasa Jerman, Geutruida Y Matantu S.Pd menyampaikan, pembelajaran luring dibagi 17 tempat atau lokasi. Ada 10 sampai 20 siswa setiap lokasi.

“Para guru turun langsung untuk pembagian tugas kepada siswa dan dimulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore,”ungkap Geutruida.

Kata Geutruida, materi diberikan pada siswa setelah itu 4 sampai 5 hari kemudian tugas mereka diambil guru kembali untuk diperiksa.

“Khusus pembelajaran daring kami menghadapi kendala jaringan internet, dimana jaringan sangatlah buruk baik di Sekolah maupun dirumah para siswa,” Kata Geutruida.

Lanjut Geutruida, proses pembelajaran daring materi para guru dikirim digroup WA.

Penulis : Julkifli Madina