Kabar Gembira! Mulai 2020 Dana BOS Naik, Ini Besaran Kenaikkannya

by

Manado – Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari total belanja negara yang direncanakan Rp 2.528,8 triliun. Dengan begitu total anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp 505,8 triliun, meningkat 29,6% dibandingkan realisasi 2015 yang senilai Rp 390,3 triliun.

Dalam pidato Nota Keuangan APBN 2020 Presiden Joko Widodo belum lama ini menyatakan, untuk pendidikan dasar dan menengah, dalam rangka pemerataan akses pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun pemerintah melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Pemerintah akan melanjutkan program BOS kepada 54,6 juta siswa pada 2020,” kata Jokowi.

Dana BOS merupakan alokasi dana pendidikan yang diteruskan melalui transfer ke daerah berupa dana alokasi khusus (DAK) non fisik. Adapun Dana BOS dalam RAPBN tahun 2020 direncanakan sebesar Rp 54,31 triliun meningkat 9% dibandingkan dengan outlook APBN 2019.

“Hanya lewat pendidikan yang lebih baik kita dapat memutus mata rantai kemiskinan antar- generasi,” kata Jokowi.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada 2020 BOS menyasar 271 ribu sekolah, jumlah ini sama dengan 2019 sebanyak 271 ribu sekolah dan 270 ribu pada 2018.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah terus membahas sinkroninasi sistem pendidikan nasional. Salah satu sinkronisasi yang dilakukan, lanjut Sri Mulyani adalah menyamaratakan kualitas pendidikan, kualitas guru, dan kualitas anggaran.

“Ini isu kebijakan sektor pendidikan yang perlu dibahas terus-menerus,” kata Sri Mulyani.

Selain itu, kenaikan dana BOS pada 2020 ditujukan untuk peningkatan unit cost BOS Reguler dan perluasan cakupan sekolah penerima BOS Kinerja dalam rangka mendukung peningkatan hasil belajar siswa. Selain itu dalam rangka penguatan kualitas kebijakan pengalokasian, dilakukan penataan data pokok pendidikan dan penajaman jumlah sasaran peserta didik penerima dana BOS Reguler.

Untuk 2019, realisasi dana BOS diperkirakan mencapai Rp 49,84 triliun, meningkat 12,3% dibandingkan 2018 yang diperuntukkan bagi 47 juta siswa. Peningkatan terjadi karena kebijakan pengalokasian BOS Kinerja dan BOS Afirmasi. Melalui alokasi BOS Kinerja dan BOS Afirmasi, yang menyasar sekolah-sekolah yang berada di daerah tertinggal, sekolah yang berkinerja baik, dan mendanai operasional kegiatan sekolah yang bersifat reguler.

Selama 2015-2019 pemerintah menerapkan beberapa kebijakan untuk menyelesaikan masalah kualitas pendidikan di Indonesia. Misalnya saja, pada 2015, bantuan pendidikan disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Pemerintah juga merelokasi BOS dari Kementerian lembaga ke DAK pada 2016 untuk memastikan ketepatan sasaran dan pemanfaatan. Selain itu, sejak 2019 diterapkan BOS berbasis kinerja dan penyerahan pelaksanaan rehabilitasi sarpras pendidikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memperluas program beasiswa afirmasiataubidikmisi, memperkuatpendidikanvokasi melaluipengembanganBLK Komunitas, pengalokasian dana abadi pendidikan yang terus meningkat, yang hasil kelolaannya dimanfaatkan untuk pemberian beasiswa.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut, dr Grace Punuh MSi melalui ketua tim BOS, Tedi Rondonuwu saat kegiatan rekonsiliasi dan pembinaan pengelolaan keuangan bagi kepala sekolah dan bendahara dana BOS SMA/SMK/SLB Se-Sulut Rabu (18/12) diruangan CJ Rantung Kantor Gubernur menjelaskan, mulai tahun depan dana BOS akan naik Rp 200 ribu per siswa.

” Semua jenjang sekolah akan naik dan ini sesuai dengan aturan yang baru yang akan berlaku pada tahun 2020,” ungkap Tedi.

Kata Tedi, Semoga dengan naiknya dana BOS maka kekurangan disekolah akan segera dipenuhi sehingga bisa meningkatkan mutu pendidikan.

” Ya untuk SMA biasanya Rp 1,4 juta akan menjadi Rp 1,6 juta dan SMK biasanya Rp 1,6 juta menjadi Rp 1,8 juta dan SMP biasanya Rp 1 juta menjadi Rp.1,2.Juta serta SD biasanya Rp 800 ribu menjadi Rp 1 juta dan khusus untuk SLB masih tetap Rp 2 juta,” ungkap dia.

Dana BOS yang akan diterima oleh sekolah, dihitung berdasarkan jumlah peserta didik dengan ketentuan yang baru berlaku pada Tahun 2020 sebagai berikut :

Jenjang Pendidikan Tingkat SD sebesar Rp 1.000.000  x 1 Orang x 1 Tahun

Jenjang Pendidikan Tingkat SMP sebesar Rp 1.200.000 x 1 Orang x 1 Tahun

Jenjang Pendidikan Tingkat SMA sebesar Rp1.600.000 x 1 Orang x 1 Tahun

Jenjang Pendidikan Tingkat SMK sebesar Rp1.800.000 x 1 Orang x 1 Tahun

Khusus Jenjang SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB masih tetap yakni sebesar Rp 2.000.000 x 1 Orang x 1 Tahun