Kacabdin Minut – Bitung Bantah Dugaan Pungli, Guru Julitje Salaki Minta Maaf

oleh -363 views

Manado – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Minut Bitung, Jarina Bukidz SE ME berang, terkait pemberitaan dugaan pungli beredar di media online dan di media cetak beberapa waktu lalu yang berawal dari pertemuan para guru – guru dengan Kadis Dikda Sulut, dr Grace Punuh yang juga dihadiri wartawan dimana ada seorang guru memberikan pernyataan bahwa berkas PAK diurus oleh Kacabdin dan KTU Dinas Cabang Minut-Bitung serta memberikan uang Rp 50.000.

Ternyata dalam faktanya tidak benar adan dugaan pungli dengan pemberian uang di Cabang Dinas Pendidikan Minut – Bitung tersebut.

Hal ini terungkap saat jumpa pers di Cabdin Minut – Bitung Pada Kamis (8/8/2019) dengan menghadirkan guru tersebut  bernama Julitje J.L Salaki SPd yang sehari – hari mengajar di SMK Negeri 2 Bitung.

Dalam surat pernyataan dan penyampaiannya langsung didepan Wartawan, Kacabdin dan Kepala SMKN 2 Bitung, Harold F.K Tambajong S.Pd guru Julitje J.L Salaki, SPd ini mengaku selama pengurusan PAK kenaikkan pangkat dirinya tidak pernah datang di kantor Cabang Dinas Minut – Bitung. “Permintaan uang Rp 50.000 bukan permintaan Kacabdin atau KTU di Dinas Cabang Minut – Bitung, tetapi ini permintaan dari dari Tata Usaha di SMKN 2 Bitung untuk oprasional pengurusan SKP, sertifikasi dan lainnya berdasarkan atas dasar kesepakatan bersama para guru dengan tidak ada paksaan,” ungkap dia.

Guru Julitje Salaki

Selanjutnya Julitje J.L Salaki menjelaskan, sambil dirinya meminta maaf kepada Kacabdin dan KTU Cabdin Minut – Bitung atas kesalahannya dan menjelaskan akan ketidak tahuannya tentang arti dari kata Kacabdin, selama setahu dia, kacabdin adalah kantor cabang dinas bukan kepala cabang dinas.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Minut Bitung, Jarina Bukidz SE ME saat jumpa pers mengklarifikasi semua yang dituduhkan pada dirinya. Katanya ketika dirinya meminta keterangan dari Kepsek dan TU SMKN 2 Bitung mereka mengatakan bahwa pengumpulan dana ke TU sekolah tersebut atas dasar kesepakatan bersama para guru untuk pengurusan berkas kenaikan pangkat di sekolah itu. “Namun sesungguhnya yang bersangkutan tidak pernah memberi uang kepada Tata Usaha Sekolah yang membantu mengurus berkasnya dan lebih jelasnya selama pengurusan PAK yang bersangkutan tidak pernah datang di kantor cabang dinas untuk bertemu dengan Kacabdin dan KTU apalagi memberikan uang Rp. 50.000,” terangnya.

Jarina menuturkan, sangat menghargai kebijakan pimpinan tentang pengurusan PAK yang sekarang dilimpahkan ke Cabdin. Bahkan kami tidak pernah menahan berkas untuk suatu maksud tertentu. “Kami berupaya seperti petunjuk pimpinan, Kadis Dikda Sulut, dr Grace Punuh, MKes agar supaya guru-guru tidak harus keluar dari sekolah berlama-lama diluar meninggalkan sekolah di jam pelajaran. Tetapi cabang Dinas Minut-Bitung yang merupakan miniature Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang menyelesaikan semua kebutuhan-kebutuhan terkait pengembangan karir dari setiap guru-guru di Cabang Minut-Bitung, karena setelah cabdin memeriksa keabsahan berkas kenaikan pangkat, maka para guru langsung mengirim berkasnya ke kantor Dinas Dikdas Prov. Sulut melalui Kotak Pos 8888,” Jelasnya.

Sementara Kepala SMK Negeri 2 Bitung, Harold F.K Tambajong S.Pd MM yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut menyampaikan, dirinya juga terkejut salah satu gurunya menyampaikan hal tersebut di forum. “Pengumpulan dana untuk kepengurusan pemberkasan sertifikasi atau berkas lainnya di SMKN 2 Bitung terjadi atas komitmen dan kesepakatan beberapa guru dengan secara spontan mereka mengumpulkan dana tersebut dan saya sebagai Kepsek tidak pernah memerintahkan hal seperti ini,” jelasnya.

Kata Kepsek, setelah dicek kepada TU sekolah, ternyata guru atasnama Julitje J.L Salaki tidak pernah mengasih uang Rp 50.000 pada tata usaha sekolah dalam pengurusan sertifikasi dan SKP.

Editor: Ishak Kusrant
Penulis: Zulkifli Madina

tenor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.