Kadis Punuh : IHT Di SMKN 2 Bitung Harus Lahirkan Modul Pembelajaran Kedaruratan Covid-19

by



Minut – SMK Negeri 2 Bitung menggelar In house training atau pelatihan sumber daya manusia bagi para guru – guru di lingkungan SMKN 2 Bitung yang diikuti oleh para gurunya dan juga ada 2 Sekolah yang bergabung Yakni SMKN 4 Bitung dan SMK Nusantara Bitung pada Jumat (03/07).

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace L Punuh M.Kes membuka secara resmi sekaligus membawakan materi tentang Protap Covid-19 dalam pembelajaran.

Hadir juga Kepala Bidang Pembinaan SMK, Debby Mamangkey, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Minut – Bitung, Drs. Ernest Emor, Kepsek SMKN 2 Bitung, Meryati Taengetan, S.Pd
dan Kepsek SMKN 4 Bitung, Aripin Abas, Kepsek SMK Nusantara Bitung dan para pejabat Cabang Dinas Pendidikan Cabang Minut – Bitung.

Kegiatan tersebut dalam rangka Penyusunan program pembelajaran Covid-19 dimasa pandemi Covid-19 bagi guru – guru untuk penyusunan program pembelajaran semester ganjil Tahun 2020 – 2021.

Dalam sambutan pembukaan Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace L Punuh MKes sekaligus dalam penyampaian materinya mengatakan, Penyusunan modul pembelajaran mengikuti kedaruratan baik daring maupun luring

” Dengan kebiasaan baru di tahun ajaran yang baru ini, harus merancang modul pembelajaran jarak jauh dan kalau yang bisa daring, bisa disiapkan metodenya, sebaliknya anak yang tidak ada fasilitas bisa melalui Luring,” kata Punuh.

Lanjut Kadis Punuh, Modul ini juga akan memuat, bagaimana metode pembelajaran yang bisa digunakan saat peserta didik tidak memiliki fasilitas pendukung apakah akan melakukan kunjungan rumah atau berkumpul disuatu tempat untuk belajar dengan memperhatikan Protokol kesehatan Covid-19.

” Kita harus cepat bergerak dan kalau ada dinamika dilapangan maka harus diselesaikan dengan mencari jalan keluarnya,” Jelas Punuh.

Adapun terkait dengan New Normal dengan kebiasaan baru dimasa pandemi Covid-19 ini, Kata Punuh maka penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan yaitu dengan memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan tidak boleh berkerumun.

” Keterlibatan para guru dalam kesiapan New Normal ini sangatlah diperlukan,” Harap Punuh.