Kadis Punuh, Penyelesaian Proyek DAK Harus Di Percepat

by


Manado, kabarmanado.com – Dinas Pendidkan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut melalui Bidang Pembinaan SMK menggelar Rapat Perkembangan Pelaporan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pencairan Tahap II Bidang SMK .

DAK Fisik ini diikuti para Kacabdin, Kepsek SMK dan panitia pelaksana proyek DAK yang berlangsung 16– 18 November 2020 di Hotel Grand Puri Manado.

Dalam penutupan kegiatan Rabu (18/11) Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace L Punuh MKes mengingatkan kepada para Kepsek penerima DAK Fisik agar mempercepat proses penyelesaian proyek.

“Jangan ada terjadi keterlambatan pengerjaan proyek maupun pelaporannya,”tegas Punuh.

Lanjut Kadis Punuh, jangan ada alasan tidak ada bahan atau kekurangan para pekerja karena angaran tahap satu 40 persen sudah dicairkan.

“Lebih dipacu proyek pengerjaannya agar selesai tepat waktu,”harap Punuh.

Dikatakan Punuh, kalau tahun 2020 semua proyek DAK bisa diselesaikan tepat waktu maka ini menjadi model percontohan untuk DAK tahun depan.

“Terimah kasih bagi sekolah yang saat ini telah menyelesaikan proyek diatas 50 persen hingga 100 persen dan ini menjadi reward bagi sekolah tersebut agar bisa dipertimbangkan mendapatkan proyek lagi tahun depan,”tegas Kadis.

“Pengerjaan proyek harus sesuai aturan jangan sampai ada terjadi penyelewengan maka akan berhadapan dengan penegak hukum,” Jelas Punuh.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMK, Debby Mamangkey menjelaskan, percepat laporan pertanggung jawaban kegiatan dan proyek wajib selesai sebelum tanggal 15 Desember 2020.

“Kalau proyek sesuai aturan maka akan diberikan lagi bantuan dan ini menjadi perhatian serius dari pimpinan,”ujar Kabid.

Jurike Grace Patrisia Moningka S.Sos. MSi selaku Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan Dan Aset Daerah Sulut saat menjadi narasumber menyampaikan, secepatnya mempercepat penyelesaian pengerjaan proyek DAK agar bisa selesai tepat waktu.

“Saya meminta kerjasama para kepsek agar terus meningkatkan pengawasan proyeknya dan jangan sampai ada keterlambatan penyelesaian pengerjaan dan laporannya,”ungkap Jurike.

Kata Jurike, jangan hanya mengejar realisasinya, kalau bole padukan realisasi dengan keadaan sebenarnya.

“Kami di Badan Keuangan Dan Aset Daerah Sulut saat ini menangani Rp 4 triliun lebih dan sekarang belum mencapai Rp 3 triliun yang terealisasi,”ungkap Jurike.

Penulis : Julkifli Madina