Kekurangan Sarpras, SMKN 7 Manado Buat Rombel Darurat

by

Manado – Meningkatnya siswa – siswi yang masuk di SMK Negeri 7 Manado setiap tahun membuat sekolah tersebut kewalahan. Banyaknya siswa tidak sebanding dengan sarana dan prasarana (Sarpras) yang tersedia di sekolah itu.

Kepala SMK Negeri 7 Manado, Dra Tinny E.G Kondoj ketika ditemui di sekolah pada Rabu (17/7/2019) membenarkan hal tersebut. Kata dia, saat ini Tahun 2019 murid baru ada 161 siswa dan tahun lalu ada 109 siswa. “Memang kami memiliki dua tempat sekolah yakni di Kepulauan Bunaken ada 6 ruangan belajar dan 9 guru dan di Daratan tepatnya di Tuminting sekolah kami yang berlantai dua, namun bangunan dan tanahnya masih milik kota Manado,” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk sekolah mereka di Tuminting ada 10 rombongan kelas darurat yang di buat. “Kalau tidak dibuat ruangan kelas darurat maka mereka tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar,” kata dia.

Lanjut Kepsek, begitu juga dengan perpustakaan yang tidak memeiliki ruangan, dan hanya dipajang disepanjang jalan masuk ruangan kelas, guru dan juga UKS hanya berdinding tripleks dan Lab juga belum memiliki ruangan. “Karena tidak ada ruangan kami terpaksa memajang buku perpustakaan di lorong kelas dan ruang guru,” jelasnya.

Menurut dia, saat ini sekolahnya ada 4 jurusan keahlian yakni Akomodasi perhotelana, Akuntansi TKJ dan Teknik Audio vidio

Saat ini kata dia, Guru di sekolah ada 26 orang dan ditambah THL 3 orang dan masih belum memiliki guru seni budaya, olahraga dan PPKN.

Editor: Ishak Kusrant
Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published.