Kerumunan Massa Membludak, Protokol Kesehatan Covid-19 Di SMAN 4 Manado Tak Diindahkan

by


Foto : Suasana kerumunan tadi pagi Senin (22/06) para calon orang tua siswa yang datang menanyakan persoalan PPDB Online dan Orang tua siswa yang datang menerima Raport di Sekolah.


Manado – Puluhan calon siswa dan calon orang tua siswa serta siswa dan orang tua siswa di SMA Negeri 4 Manado membludak datang disekolah dan tak ikut prosedur Protokol Kesehatan Covid-19 terutama tidak menjaga jarak.

Kedatangan mereka terkait dengan penerimaan raport disekolah dan menanyakan langsung cara mendaftar secara online melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online dikarenakan website tersebut terjadi gangguan sehingga tidak bisa masuk untuk mendaftar.

Penerapan protokol kesehatan Covid-19 disekolah tersebut tak diindahkan. Pasalnya saat jurnalis kabarmanado.com datang kesekolah tersebut pada Senin (22/06) pagi puluhan calon siswa dan orang tuanya mendatangi sekolah tersebut dikarena website untuk masuk ke ppdb online susah terbuka dan mereka datang langsung kesekolah.

Membludaknya orang tua siswa yang datang disekolah tersebut karena hari ini juga disekolah itu menggelar penerimaan raport disekolah bukan secara online atau dibawah para guru dirumah masing- masing siswa.

Imbauan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut tentang jangan mengumpul massa disekolah dimassa pandemic Covid-19 terutama mengadakan penerimaan raport di sekolah pun tak diindahkan oleh SMAN 4 Manado yang saat ini dipimpin oleh Kepsek, Dr Lile N Wuisan M.Pd.

Kerumunan tak terelekkan dimana mereka berdesak – desakkan dipintu masuk sekolah dengan tidak memperhatikan imbauan pemerintah tentang Protokol Kesehatan Covid-19 yaitu salah – satunya menjaga jarak.

Salah – satu calon orang tua siswa saat diwawancarai Senin (22/06) dilokasi saat itu mengatakan, mereka datang kesekolah karena website PPDB Online tidak bisa masuk.

” Ya kami datang kesekolah menanyakan langsung kenapa tidak bisa mendaftar di website PPDB Online,” ungkapnya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh calon Ortu, dimana kata dia, saat daftar online dirumah mereka tidak bisa masuk di website PPDB Online.

” Terpaksa kami datang kemari diskolah ini mempertanyakan masalah ini,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah ( Dikda ) Sulut, dr Grace Punuh MKes melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA, Artur Tumipa saat dikonfirmasi Senin (22/06) diruang kerjanya menyampaikan, dikarenakan banyak yang masuk untuk mendaftar online, di website PPDB Online maka terjadi gangguan.

” Kami berikan waktu sampai 27 Juni 2020 ini untuk mendaftar online jadi masih ada waktu beberapa hari kedepan dan kami melihat perkembangan bagaimana dalam satu minggu ini,” ungkapnya.

Terkait terjadi penumpukkan di SMAN 4 Manado dijelaskan Kabid Artur bahwa, seharusnya pihak sekolah memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19 yang diterapkan saat ini dan jangan terjadi pembiaran atau kelalaian pihak sekolah.

” Kepsek harus perhatikan Protap Protokol kesehatan Covid-19 dan jangan terjadi pembiaran dimana hanya satu dua kali dilihat atau diterapkan setelah itu tidak memperhatikan lagi dan membiarkan penumpukkan tidak jaga jarak,” Tegas Kabid Arthur.

Dijelaskan Tumipa, terkait penerimaan raport seharusnya pihak sekolah mengikuti Imbauan Dikda Sulut, dimana pandemic Covid-19 ini terutama sekolah yang berada di Kota Manado yang menjadi Daerah yang penyebaran Corona paling banyak tidak bole melakukan penerimaan raport di Sekolah.

” Memang Dikda sudah mengimbau para Kepsek agar penerimaan Raport dilakukan dengan cara online atau para guru membawah raport kepada para siswa dirumah dengan menerapkan Protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Tumipa.

Kepsek, Dr Lile N Wuisan M.Pd saat dikonfirmasi kabarmanado.com melalui messenger Senin (22/06) mengatakan, memang benar para orang tua siswa datang disekolah mengambil Raport anak mereka secara bergantian.

” Memang ada 4 Kelas hari ini Senin yang datang langsung kesekolah memgambil Raport mereka yang diwakili oleh orang tua mereka,” kata Wuisan.

Ditanyakan soal Imbauan Dikda Sulut agar tidak boleh melakukan pembagian Raport di Sekolah dan hanya bole melalui online atau para guru membawah langsung kerumah para siswa dengan mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19, Kepsek pun menjawab bahwa Sudah jo…kita so pertanggung jawabkan ke Kabid tadi.

Saat dikonfirmasi terkait adanya penumpukkan dan tidak ada jaga jarak, Wuisan pun membantah katanya dengan mengirimkan foto yang bukan pada saat terjadi kerumunan dan katanya bahwa ini ada teratur kong dang..

” Coba lihat ada kursi yang diatur dan cuma dorang juga ada diluar sekolah,” kata wuisan sambil mengirimkan foto.

Lanjut Wuisan dalam pesan messenger yang lain bahwa kalau orang tua datang itu diluar jangkauan sekolah dan Panitia sementara rapat untuk membantu yang tidak bisa oline.

” Dia datang lihat silahkan karena ada brosur baliho dimuka yang penting tidak masuk areal sekolah,” pesannya melalui messenger.

Terkait dengan penerimaan Raport untuk di SMAN 9 Manado dan SMKN 1 Manado penerapannya tidak diterimah disekolah, dimana mereka Raportnya dibawah oleh para guru kerumah siswa masing – masing dengan menerapkan Protokol Kesehatan dan tidak seperti yang dilakukan oleh Kepsek SMAN 4 Manado yang Raportnya disuruh ambil di Sekolah melalui para orang tua siswa dan ini sangatlah rawan akan munculnya cluster baru penyebaran Covid-19 dilingkungan sekolah.