Kisah Alfian Rompah Nelayan Tradisional Lembe Paudean Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

oleh -235 views

Alfian Rompah sedang mencari ikan dengan menggunakan perahu tradisional di perairan selat lembe Kota Bitung, Sulawesi Utara Kamis (16/12/2021) sore.

Bitung, Kabarmanado.comĀ – Pandemi Covid-19 yang melanda global sejak akhir 2019, dan Indonesia pada Maret 2020, telah menyebabkan dampak negatif terhadap perekonomian secara global.

Pandemi ini membawa risiko yang sangat buruk bagi perekonomian dunia termasuk Indonesia khususnya pada bidangĀ kelautan.

Dimasa pandemi, daya beli ikan dari masyarakat berkurang sehingga harga ikan pun turun dan nelayan kecil sangat dirugikan.

Lihat saja para nelayan di Pulau Lembe, dimana sepanjang perairan selat Lembe cukup banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan atau disebut nelayan.

Salah satunya adalah Alfian Rompah, warga Kelurahan Paudean, Kecamatan Lembe Selatan, Kota Bitung, Provinsi Sulut.

Saat itu, ia tidak ada dirumahnya. Namun, sampan kayu yang biasa digunakan untuk mencari ikan tak ada ditambatan.

Seperti biasanya, setiap sore dia pergi mencari ikan di laut.

Dua jam dirinya pergi melaut, cuaca yang cerah tiba-tiba berubah menjadi mendung.

Angin begitu kencang hingga membuat pohon-pohon kelapa di sekitar rumahnya bergoyang.

Namun, Alfian masih tetap bertahan mencari ikan di tengah laut.

Lima jam anginnya berhenti dan setelah enam jam kemudian Alfian Rompah pun tiba dengan membawah seember ikan hasil mancinya selama semalam di laut.

Kata pria kelahiran 45 tahun lalu ini bahwa dirinya sudah menjadi nelayan sejak umur 14 tahun. Dimana kala itu masih duduk di bangku SMP kelas 1.

Sejak menjadi nelayan menurut Alfian, paling terasa ekonominya menurun dimasa pandemi Covid-19 ini.

“Hasil jualan ikan yang saya dapat sangatlah kecil dimana masyarakat dimasa pandemi ini berkurang penghasilan mereka sehingga harga pun turun,”ungkapnya Kamis (16/12).

Alfian yang tinggin 163 cm dan ayah dari Salsabila Rompah ini mengungkapkan, menjadi nelayan yang paling berbahaya adalah disaat ada angin kencang dan ombak besar sehingga hasil ikan pun sedikit.

“Semoga pandemi ini bisa berakhir agar perekonomian bisa normal kembali,”harap suami dari Nur Fitria Manabung ini.

Dia pun mengajak agar masyarakat bersama – sama mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sehingga terhindar dari virus corona yang sampai saat ini masih melanda Indonesia.

Penulis : Julkifli Madina

tenor

No More Posts Available.

No more pages to load.