Kisah Siswa SMAN 2 Palu yang Lolos dari Bencana

by
Salah satu siswa korban Sulteng yang datang sekolah di SMAN 1 Manado.

Manado – Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara, dr L Grace Punuh MKes menyampaikan, bahwa pihak Dikda Sulut telah menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI M Effendi, yang menyatakan dalam surat edaran Nomor 8 tahun 2018 tentang menerima peserta didik korban bencana.
“Kami telah menindaklajuti edaran menteri dan ada beberapa sekolah yang sudah menerima siswa dari Sulawesi Tengah tanpa syarat yaitu diantaranya SMAN 9 Manado, dan SMAN 1 Manado,” tandasnya.
Kepala SMAN 1 Manado Sherly Kalangi mengatakan, sekolahnya sampai saat ini sudah menampung 11 orang siswa dari korban bencana dan tsunami di Sulawesi Tengah. “Ada siswa yang menyatakan pindah dan ada juga yang hanya dititip agar mereka bisa terus bersekolah,” ujarnya.
Salah satu siswa korban Sulteng yang datang sekolah di SMAN 1 Manado, Alexander mengungkapkan, dirinya sangat bersyukur bisa selamat dari bencana. “Kami bersaudara ada 3 orang yang datang bersekolah dimanado yaitu adik saya Ayub dan sepupu saya yang masih SD,” jelasnya.
Kata dia, sekolahnya.SMAN 2 Palu rusak parah sehingga belum bisa digunakan untuk KBM. “Banyak teman sekolah saya yang hilang dan meninggal akibat korban gempa dan tsunami,” kata dia.
Dijelaskannya, sewaktu gempa dia bersama keluarganya berada dirumah dan saat itu langsung berlari keluar rumah. “Rumah kami berada di daerah likuifaksi yaitu di Sigi dan sempat turun 20-30 cm dan yang parah rumah sebelah yang tenggelam dan hanyut 1-2 kilo meter,” jelasnya.

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published.