Komisi X DPR RI Nilai Sistem Zonasi Dalam PPDB Online Belum Maksimal

by
Tim Komisi X DPR RI bersAMA Asisten 1, Diknas Dikda Sulut saat meninjau SMAN 9 dan SMKN 3 Manado, Sulawesi Utara.

Manado – Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga, dan perpustakaan mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara pada Sabtu (27/7/2019).

Kunjungan Komisi X DPR RI di Sulut yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP melakukan kunjungan di sejumlah sekolah negeri yang ada di kota Manado yakni SMA Negeri 9 Manado dan SMKN 3 Manado.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP mengatakan, mereka sengaja mengunjungi daerah untuk meminta masukkan dan mengevaluasi sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online. “Meminta masukkan supaya kita bisa menyempurnakan dan membenahi kembali sistem zonasi yang memang sudah bagus niatnya  namun didalam pelaksanaannya seharusnya betul – betul harus memperhatikan kondisi daerah,” jelas dia.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian.

Kata Hetifah Sjaifudian, paling bagus data demografis yakni berapa sebenarnya siswa yang akan lulus pada tahun tertentu di level tertentu? berapa daya tampung dari sekolah? Bagaimana sarana dan prasarana yang ada disekolah itu? Dan kalau sudah lengkap fasilitasnya, baru nanti akan ketahuan kapan zonasi murni bisa terapkan disini. “Itu memang paling bagus kita menggunakan data – data yang lebih holistik tentang berbagai hal yang terkait kehidupan disuatu daerah dan ini merupakan catatan bagi kami,” kata dia.

Lanjutnya, dampak dari zonasi juga yaitu terjadi kekurangan guru akibat banyaknya rombongan belajar (Rombel) yang dibuka sekolah tersebut.

Sementara menurut Aisisten 1 Pemerintah Provinsi Sulut, Edison Humiang mengatakan, sangat bersyukur Komisi X DPR RI bisa melihat langsung kondisi pendidikan di Sulut dan bisa melihat permasalah yang dialami khususnya terkait masalah Zonasi pada PPDB online. “Memang dalam penerimaan siswa baru terjadi penumpukkan hanya dibeberapa sekolah saja khususnya di kota Manado dan fasilitas sarpras serta guru tidak dapat menunjang akibat kekurangan itu,” kata Humiang.

Lanjut dia, ini menjadi PR bagi Pemprov untuk mengatasi itu baik dengan penambahan guru THL maupun bantuan pembangunan sekokah melalui APBD.

Dalam pertemuan tersebut turut dihadiri Aisisten 1 Pemprov Sulut,  Edison Humiang, Kepala Dinas Pendidikan Daerah diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMK Debby Mamangkey dan Kepala Bidang Pembinaan SMA, Arthur Tumipa dan para guru serta pemerhati pendidikan Sulut.

Editor: Ishak Kusrant
Penulis: Zulkifli Madina

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.