Saat Pemilu; Jual Program, Bukan SARA

by
Syamsul Ulum menyampaikan pemikirannya saat Focus Group Discussion (FGD) di kantor DPD RI Sulut, Kamis (13/12/2018).

Manado – Politisasi Suku, Adat, Ras, dan Agama (SARA) menjelang momen politik seperti pemilu selalu marak dimainkan pihak yang berkepentingan. Terkait ini, penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu diminta untuk bisa menekan politisasi isu SARA ini.

“Bagaimana jualan SARA ini diperkecil. Memang untuk sampai hilang agak susah,” ungkap Syamsul Ulum dari Jemaat Ahmadiyah Manado saat Focus Group Discussion (FGD) di kantor DPD RI Sulut, Kamis (13/12/2018).

Syamsul mengatakan, di setiap Pemilu pasti ada isu SARA yang dijual. Isu itu juga menerpa Jemaat Ahmadiyah di beberapa daerah. “Mestinya yang dijual ke publik adalah program,” ujar dia.

Terkait kondisi ini, dia berharap, setiap tokoh agama bisa ikut mencerdaskan jemaatnya. “Sehingga umat tidak dibodohi dengan jualan macam-macam,” pungkas Syamsul.

FGD yang digelar oleh Gerakan Cinta Damai Sulut (GCDS) bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado ini merupakan rangkaian Festival Keragaman 2018.

Dipandu moderator Taufani ( akademisi IAIN Manado), tiga pemantik diskusi dihadirkan dalam FGD kali ini. Mereka adalah, Komisioner Bawaslu Kota Manado, Taufik Bilfaqih, Denni Pinontoan (akademisi UKIT), dan Ketua AJI Manado, Yinthze Lynvia Gunde.

FGD yang mengangkat tema “Pemilu, Media, dan Keragaman” ini dihadiri puluhan peserta yang berasal dari berbagai komunitas, lembaga, organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Selain itu juga dari Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Sulut.

Penulis: Yoseph E Ikanubun

tenor

Leave a Reply

Your email address will not be published.