Lion Air Hubungkan Zhengzhou dengan Destinasi Denpasar dan Manado

by
Penerbangan perdana Manado - Zhengzhou , Tiongkok.

Badung – Turis asal Tiongkok Negeri Tirai Bambu terus memperlihatkan minat melakukan perjalanan dengan mengunjungi ke Bali dan Sulut.
Bali sudah sangat terkenal karena sebagai primadona destinasi di Indonesia, tidak lepas dari petonsi wisata. Keunggulan dan kekhasan Pulau Dewata telah dipelihara turun-temurun sehingga menjadi daya tarik tersendiri di kalangan traveler.
Sementara Sulut, tersohor dengan kegiatan bahari, budaya, kuliner dan pegunungan. Dijuluki sebagai Bumi Nyiur Melambai yang juga mendorong distribusi wisatawan untuk menuju berbagai destinasi memukau di Manado dan sekitarnya. Berdasarkan potensi yang dimiliki ketiga tujuan wisata ternama itu, Lion Air menawarkan cara bepergian yang lebih mudah, cepat dan nyaman.
Mendukung sector pariwisata itu, Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air, mengungkapkan, Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group telah meluncurkan penerbangan perdana charter yang sekaligus menghubungkan dua destinasi dalam negeri Bali dan Sulut menuju Zhengzhou. “Kehadiran dua layanan penerbangan dari Manado dan Denpasar, diharapkan terus mempermudah perjalanan bagi wisatawan antarnegara serta mampu mendorong pertumbuhan perdagangan, pasar pariwisata, logistik dan industri lainnya,” ujar Danang.
Selain itu, lanjut dia, Lion Air Group senantiasa mendukung program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan jumlah kunjungan 17 juta turis asing melalui semangat “Indonesia Incorporated”, yang merupakan upaya memperkuat unsur 3A (Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas).
Penerbangan Lion Air nomor JT 2653 lepas landas dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS) tepat waktu (on time) pukul 16.10 WITA dan mendarat dengan sempurna pada 23.00 CST (current local time in China – Tianjin Municipality) di Bandar Udara Internasional Xinzheng Zhengzhou (CGO) yang terletak di 37 km tenggara dari pusat kota Zhengzhou, provinsi Henan, Republik Rakyat Tiongkok.
Sebaliknya, Lion Air menggunakan nomor JT 2652 bertolak dari Xinzheng Zhengzhou pada 23.55 CST dan tiba di Denpasar pada 06.45 WITA. Layanan ini untuk tahap awal memiliki frekuensi terbang satu kali setiap Senin dan Selasa dalam sepekan.
Untuk inaugural flight tujuan Zhengzhou di hari yang sama yaitu bernomor JT 2793, pesawat mengudara pada pukul 17.35 WITA dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (MDC) dan mendarat pada 23.00 CST. “Sedangkan tujuan Manado, penerbangan bernomor JT 2792 terbang dari Zhengzhou pukul 23.55 dan sudah tiba di Sam Ratulangi Airport pukul 05.20 WITA. Rute ini dilayani satu kali setiap Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu setiap minggunya,” ujar Danang.
Dalam kenyamanan penerbangan, para pelancong akan lebih menikmati perjalanan udara sekitar 6 jam 40 menit Zhengzhou ke Denpasar dan 6 jam waktu tempuh dari Zhengzhou menuju Manado dengan menggunakan pesawat generasi terbaru. Lion Air akan mengoperasikan Boeing 737 MAX 8 (189 kursi kelas ekonomi). Boeing 737-800NG (189 kursi kelas ekonomi) dan Boeing 737-900ER (215 kursi kelas ekonomi).
Kehadiran rute baru tujuan Zhengzhou kini menambah kota tujuan internasional Lion Air dari Bali setelah Wuhan Tianhe, Guangzhou Baiyun, Jinan Yaoqiang, Shanghai Pudong, Chongqing Jiangbe, Changsha Huanghua, Hangzhou Xiaoshan, Chengdu Shuangliu dan Nanchang Changbei. “Untuk jaringan dari Manado menyusul kesuksesan destinasi yang sudah terbangi yaitu Changsha Huanghua, Shanghai Pudong, Guangzhou Baiyun, Shenzhen Bao’an dan Changzhou Benniu,” ujar Danang.
Peresmian dua rute secara langsung (direct flight) ini sebagai bagian strategis dalam memaksimalkan pasar penerbangan internasional di Tiongkok, khusus segmen traveling and tourism. “Di samping itu menjadi bentuk kesungguhan Lion Air dalam menjawab dari tingginya minat wisatawan asing menuju Sulut dan Bali serta permintaan pasar domestik untuk bisa eksplor di Zhengzhou,” ujar dia.
Lion Air memproyeksikan angka pertumbuhan segmen pariwisata akan terus tumbuh dengan ditopang peran maskapai serta berbagai inisiasi para pihak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menunjukkan kedatangan wisman ke Bali pada Mei 2018 tercatat mencapai 528.512 kunjungan, dengan yang datang melalui bandar udara yaitu 526.281 kunjungan.
Jumlah wisman ke Bali pada Mei 2018 naik 2,27% dari periode April 2018. Jika dibandingkan secara tahun ke tahun, mengalami kenaikan 8,00%. Menurut asal negara, prosentase wisman terdiri dari Tiongkok (23,32%), Australia (19,27%), India (8,18%), Inggris (4,60%) dan Amerika Serikat (4,13%).
Sebagai informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara April 2018 merilis wisman yang datang ke Sulut didominasi dari Tiongkok 8.753 orang atau 86,54%, kemudian Jerman 213 orang (2,11%), Amerika 198 orang (1,96%), Hongkong 115 orang (1,14%) dan Singapura 101 orang atau 1,00%.

Penulis:Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published.